4 Sosok Pria di Lingkar RA Kartini yang Membentuk Pemikiran Modern dan Egaliter sang Pahlawan, Masih Keluarga?

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Raden Adjeng Kartini atau RA Kartini tidak hanya dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai sosok yang lahir dari lingkungan keluarga dengan pemikiran maju. Peran sejumlah pria di sekitarnya mulai dari kakek hingga putra turut membentuk karakter Kartini yang terbuka, kritis, dan menjunjung tinggi kesetaraan.

Kakek Visioner: Pangeran Ario Tjondronegoro IV

Peran penting dalam membangun fondasi pemikiran modern Kartini bermula dari kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV. Saat menjabat sebagai Bupati Demak sejak 1850, ia menunjukkan sikap progresif dengan menghadirkan guru privat dari Eropa untuk mendidik anak-anaknya. Langkah ini terbilang maju pada zamannya dan membuka akses pada wawasan global. Tidak heran jika keturunannya kemudian tumbuh dengan kemampuan bahasa asing dan pola pikir yang lebih luas.

Ayah Moderat: R.M.A.A. Sosroningrat

Nilai-nilai tersebut kemudian dilanjutkan oleh ayah Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang menjabat sebagai Bupati Jepara sejak 1881. Ia dikenal mampu menyeimbangkan budaya Jawa dengan pendidikan Barat. Dalam pengasuhan anak-anaknya, Sosroningrat menanamkan pentingnya keterbukaan tanpa meninggalkan akar tradisi. Pendekatan inilah yang ikut membentuk karakter Kartini menjadi sosok yang modern namun tetap beridentitas kuat.

Kakak Intelektual: RM Sosrokartono

Pengaruh besar lainnya datang dari kakak kandung Kartini, RM Sosrokartono. Ia merupakan intelektual yang menempuh pendidikan hingga ke Universitas Leiden, Belanda.

Dikenal sebagai poliglot, Sosrokartono menguasai banyak bahasa dan berkiprah di kancah internasional sebagai wartawan perang dan penerjemah dalam forum dunia.

Dari sosok ini, Kartini menyerap nilai-nilai universal seperti kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan yang sejalan dengan semangat pemikiran Eropa modern.

Suami Pendukung: Raden Adipati Djojoadhiningrat

Dalam kehidupan rumah tangga, Kartini juga mendapat dukungan dari sang suami, Raden Adipati Djojoadhiningrat, Bupati Rembang. Ia dikenal memiliki pandangan yang moderat dan mendukung langkah Kartini dalam mendirikan sekolah bagi perempuan. Dukungan tersebut menjadi faktor penting, mengingat pada masa itu pendidikan bagi perempuan masih dianggap tidak lazim.

 

Putra Pejuang: RM Soesalit Djojoadiningrat

Putra tunggal Kartini, RM Soesalit Djojoadiningrat, lahir pada 12 September 1904. Meski Kartini wafat hanya beberapa hari setelah kelahirannya, Soesalit tumbuh menjadi sosok penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai panglima Divisi III Diponegoro pada masa perang kemerdekaan. Dikenal hidup sederhana, Soesalit mewariskan pesan agar keturunannya tidak berbangga diri sebagai keluarga Kartini, melainkan tetap rendah hati.

Jejak Pengaruh yang Membentuk Kartini

Kehadiran para pria dengan pemikiran maju di sekitar Kartini menunjukkan bahwa gagasan besar tidak lahir secara tiba-tiba. Lingkungan keluarga yang mendukung pendidikan, keterbukaan, dan nilai kemanusiaan berperan besar dalam membentuk Kartini sebagai simbol perjuangan kesetaraan di Indonesia. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Motor Thunder Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Tangerang, Api Cepat Membesar
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Imigrasi Siapkan Fast Track Visa untuk Atlet Asing
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani 84 Kloter Haji 2026 di Terminal 2F
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekjen Golkar Terbitkan Buku ‘Kekuatan yang Menolong’, Tentang Makna Kehilangan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Desain Gedung DPR-MPR IKN Disetujui Prabowo, Muzani: Insyaallah Kita Jadi Pindah
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.