JAKARTA, KOMPAS.TV - Warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, Laini Misra menceritakan kondisi di Iran jelang akhir gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (22/4/2026) nanti.
Ia mengatakan saat gencatan senjata, berbagai aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali dengan penyesuaian.
"Di saat gencatan senjata berlangsung, hampir dua minggu berakhir, dan tempat wisata dibuka 100 persen, perkuliahan kita masih online hingga akhir semester, dan untuk perkantoran sendiri setengah WFH (work from home) dan setengah langsung dari perkantoran, dan perbankan kembali berjalan seperti biasa," katanya dalam program Kompas Malam KompasTV, Senin (20/4).
Sementara itu, menurut keterangannya, saat perang masih berlangsung, aktivitas masyarakat lebih terbatas lagi.
Ia menyebut saat perang, semua pekerja perkantoran bekerja dari rumah atau WFH, perbankan hanya dibuka di beberapa titik, perkuliahan berlangsung secara daring, dan tempat wisata ditutup.
Laini mengungkap, masyarakat di Iran pada malam hari juga aktif menyuarakan solidaritas mereka terhadap negara dengan aksi dan pawai.
Baca Juga: Beragam Pesan yang Disampaikan Donald Trump soal Kelanjutan Perang AS dengan Iran
Ia mengatakan aksi tersebut sudah dilakukan sejak perang dengan AS berlangsung Februari 2026 lalu.
Laini menyebut pesan yang disuarakan masyarakat di Iran saat melakukan aksinya adalah meminta perang berakhir dan balas dendam terhadap kerusakan serta korban jiwa yang ditimbulkan pihak lawan.
Terkait dengan perundingan kedua antara Iran dengan AS yang belum terlihat ada ujungnya, ia menyebut masyarakat di Iran menyatakan siap jika perang dengan AS berlanjut kembali.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- iran
- wni
- gencatan senjata
- as
- amerika serikat
- perang iran




