IHSG Dibuka Tergelincir ke Zona Merah Usai MSCI Keluarkan Pengumuman Terbaru

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada pagi ini, Selasa (21/4/2026) usai pengumuman MSCI. Saham-saham seperti PTRO, DSSA, hingga BUMI ambrol ke zona merah pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka melemah pada posisi 7.560,28. IHSG sempat bergerak pada rentang 7.548-7.566 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 244 saham menguat, 189 saham melemah, dan 224 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau sebesar Rp13.486 triliun.

Saham milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk. (PTRO) menjadi salah satu saham yang melemah pagi ini. Saham PTRO melemah 1,65% ke level Rp5.975.

Lalu saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga turun 4,89% ke level Rp3.110 per saham pagi ini. Demikian juga saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 0,83% ke level Rp240 per saham pagi ini. 

Sebelumnya, MSCI mengungkapkan pihaknya menyadari terdapat pengumuman terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait serangkaian reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

Langkah-langkah yang diumumkan meliputi peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham, Pengenalan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan untuk peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

“MSCI sedang menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data serta langkah-langkah baru tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian investabilitas secara lebih luas,” tulis pengumuman tersebut, Selasa (21/4/2026).

MSCI akan mempertahankan langkah-langkah yang sebelumnya telah diumumkan dan saat ini berlaku untuk efek Indonesia dalam review indeks Mei 2026, yaitu MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Lalu MSCI tidak akan melakukan penambahan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta MSCI tidak akan melakukan kenaikan klasifikasi ukuran saham (upward migration), termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI juga akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka High Shareholding Concentration (HSC). MSCI juga dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.

MSCI tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru tersebut ke dalam penilaian free float atau perhitungan indeks sampai proses peninjauan selesai dan masukan dari pelaku pasar telah diterima serta dievaluasi. 

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Lengkap dan Klasemen BRI Super League Malam Ini: Persijap Bungkam Semen Padang, Persib Diimbangi Dewa United
• 17 jam lalubola.com
thumb
Pilah-pilih Saham Properti CTRA, SMRA, Cs Kala Target Marketing Sales Lebih Realistis
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Batal Diskorsing, Pelajar di Purwakarta yang Ejek Gurunya Didampingi Psikolog Tiga Bulan
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Kloter Pertama Haji Siap Berangkat, Pelayanan Optimal Mesti Terjaga
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan tak Ada WNI Jadi Korban
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.