Emiten milik Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk memutuskan untuk hengkang dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Perseroan masuk dalam entitas grup TOWR setelah anak usaha TOWR yaitu PT Iforte Solusi Infotek menjadi pengendali. Adapun rencana delisting ini akan dimintai pesetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Jumat (5/6).
Dalam aksi go private, pemegang saham pengendali IBST yakni Iforte akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham milik publik dengan harga Rp 5.400 per saham.
Mengacu data perdagangan BEI, saham IBST terakhir diperdagangkan pada Senin (20/4) di level Rp 8.475 per saham. Saat ini, saham perseroan tengah disuspensi oleh bursa.
Berdasarkan data per 31 Maret 2026, porsi saham publik (free float) IBST hanya tersisa 0,05%. Mayoritas saham dikuasai oleh TOWR melalui Iforte. Adapun pemilik manfaat akhir perseroan adalah anak sulung dari konglomerat Robert Budi Hartono yaitu Victor Rachmat Hartono dan Martin Basuki Hartono.
Manajemen menjelaskan, langkah ini diambil setelah perseroan bersama Iforte melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi bisnis jangka panjang grup TOWR, khususnya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional.
Sejalan dengan strategi tersebut, grup menilai perlu dilakukan restrukturisasi, termasuk meninjau kembali kepemilikan saham TOWR, baik secara langsung maupun tidak langsung di sejumlah anak usaha.
Iforte sendiri telah merampungkan pengambilalihan saham IBST pada 1 Juli 2024. Sebagai pengendali baru, Iforte kemudian melaksanakan penawaran tender wajib yang selesai pada 4 Oktober 2024. Selanjutnya, Iforte juga menjalankan kewajiban pengalihan kembali saham ke publik (refloat). Hingga 31 Maret 2026, perkembangan pelaksanaan refloat tersebut telah dilaporkan kepada regulator.
Dengan mempertimbangkan keseluruhan proses tersebut, termasuk perkembangan kewajiban refloat, perseroan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan rencana go private dan delisting.




