PSM Makassar vs Persik Kediri Ibarat Final, Juku Eja Wajib Kalahkan Tamunya demi Hindari Degradasi

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, PAREPARE – PSM Makassar menatap laga pekan ke-29 Super League musim ini dengan tensi tinggi. Pertandingan menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026), layaknya partai final. Wajib dimenangkan Juku Eja demi mengindari zona degradasi.

Saat ini, Persik Kediri bertengger di peringkat 12 dengan koleksi 33 poin. Sementara itu, Pasukan Ramang membayangi tepat di bawahnya, yakni peringkat 13 dengan 28 poin. Kemenangan di kandang sendiri menjadi harga mati bagi PSM untuk memperkecil selisih lima poin tersebut sekaligus menjauh dari kejaran Madura United di posisi 14.

Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa tim telah melakukan evaluasi total pasca kekalahan dari Borneo FC. Ia menyoroti kesalahan elementer yang sering dilakukan pemainnya sendiri.

”Kami berusaha melakukan perubahan melalui pemain pengganti. Ini tanggung jawab saya untuk beradaptasi lebih baik dengan pemain. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kami bisa bermain lebih baik,” ungkap Amiruddin.

Dukungan moral juga datang dari suporter. Sulyadi Abbas, anggota Komunitas VIP Utara (KVU), menyebut laga ini sebagai momentum krusial yang tidak boleh disia-siakan.

”Ini laga krusial sekali. Masih ada waktu dan kesempatan, jadi harus dimaksimalkan. Jangan sampai kalah lagi, apalagi ini laga kandang. Jangan sampai kita kecewa di akhir musim,” tegas Sulyadi.

Mengapa Laga Ini Disebut Final?

Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa, melainkan pertaruhan harga diri dan mendongkrak posisi dari papan bawah. Demi menghindari zona degradasi.

Jika PSM menang, mereka memangkas jarak menjadi 2 poin. Sebaliknya, jika kalah, selisih melebar menjadi 8 poin, yang secara psikologis akan sangat berat dikejar di sisa laga musim ini.

Di sisi lain, Stadion Gelora BJ Habibie yang musim lalu dikenal angker bagi lawan, kini mulai kehilangan “tuahnya” setelah kekalahan dari Borneo FC. Kemenangan atas Persik sangat dibutuhkan untuk mengembalikan mentalitas pemenang dan kepercayaan diri para pemain di depan publik sendiri.

Pernyataan Ahmad Amiruddin mengenai adaptasi dengan pemain cadangan menunjukkan adanya isu kedalaman skuad atau performa pemain pelapis yang belum setara dengan tim inti. Dalam laga “final” seperti ini, konsentrasi selama 90 menit tanpa kesalahan individu (unforced errors) akan menjadi penentu hasil akhir.

Dengan hanya selisih 2 poin dari Madura United (26 poin), PSM berada dalam posisi yang tidak nyaman. Kekalahan dari Persik bisa membuat Juku Eja terperosok lebih dalam jika tim-tim di bawahnya meraih hasil positif.

PSM harus bermain agresif sejak menit awal guna mencetak gol cepat. Kunci kemenangan ada pada efektivitas penyelesaian akhir dan disiplin transisi bertahan, mengingat Persik Kediri dikenal memiliki serangan balik yang cukup cepat. (wid)

KLASEMEN SEMENTARA

  1. Persib 28 20 5 3 50-18 65
  2. Borneo FC 28 20 3 5 58-28 63
  3. Persija 28 18 4 6 51-25 47
  4. Bhayangkara 28 14 5 9 38-32 46
  5. Malut Utd 28 13 7 8 54-39 46
  6. Persebaya 28 11 9 8 39-35 42
  7. Dewa Utd 28 12 5 11 35-34 41
  8. Persita 28 12 5 11 35-27 41
  9. Bali Utd 28 10 9 9 47-42 39
  10. Arema FC 28 10 8 10 40-37 38
  11. PSIM 28 9 11 8 37-37 38
  12. Persik 28 9 6 13 34-47 33
  13. Persijap 28 7 7 14 26-42 28
  14. PSM 28 6 10 12 33-38 28
  15. Madura Utd 28 6 8 14 29-47 26
  16. Persis 28 5 9 14 31-48 24
  17. S Padang 28 5 5 18 22-47 20
  18. PSBS Biak 28 4 6 18 29-65 18

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Hasanuddin hadirkan layanan "Mecca Route" perdana
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Sidang Pelanggaran Kepabeanan di PN Cibinong Diminta Berjalan Transparan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Serangan Puncak, OPM Diduga Pelaku
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Dukung Green Mining, PLN Siap Pasok Listrik Hijau di Sektor Tambang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Super League: Diwarnai VAR & Kartu Merah, Persib Diimbangi Dewa United
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.