Gerbang penyeberangan perbatasan Irak-Suriah di Provinsi Nineveh dibuka kembali pada hari Senin setelah ditutup selama lima belas tahun. Gerbang tersebut diberi nama gerbang penyeberangan Rabia di sisi Irak dan Pusat Perbatasan Al-Yarubiyah di sisi Suriah.
Nadia Al-Jubouri, anggota dewan Kota Nineveh, mengatakan pembukaan tersebut yang terjadi selama gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan mengubah rute perdagangan dan transportasi minyak melewati gerbang besar tersebut.
Baca juga: Israel Masuki Wilayah Quneitra di Suriah dan Bangun Struktur Militer Baru
Perbatasan tersebut diperkirakan akan menjadi jalur bagi pengangkutan minyak ke pelabuhan-pelabuhan Suriah di Laut Mediterania. Pada hari yang pertama pemirsa, para pengemudi truk menunggu di kedua sisi jalan untuk diizinkan lewat. Hal ini pun disambut gembira oleh para sopir truk yang membawa barang-barang ekspor terutama dari Iran menuju Suriah. Menurut mereka, pembukaan gerbang perbatasan ini akan memangkas ongkos bahan bakar yang sempat tengah sulit untuk didapat. Mereka juga berharap pembukaan ini bisa bersifat permanen, tidak tergantung pada gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat saja.



