Deretan Sosok Penting di Balik Perjuangan R. A. Kartini

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai Pahlawan Nasional yang memperjuangkan emansipasi perempuan pada abad 19. Ia memiliki misi agar perempuan dapat mengenyam pendidikan, tidak hanya di dapur.

Oleh karena itu, dirinya berusaha keras untuk mewujudkan kesetaraan gender pada saat itu. Untuk menggapai mimpi itu, Kartini turut dibantu oleh sejumlah sosok penting. Sosok-sosok tersebut membantunya dalam bentuk dukungan, pemikiran, dan fasilitas pendidikan.

Siapa saja mereka dan seperti apa kontribusinya? Mari simak dalam artikel berikut ini, Ladies.

1. R.A. Kardinah dan R.A. Roekmini

Dua adik kandung Kartini: Raden Ajeng Kardinah dan Raden Ajeng Roekmini, menjadi support system utama dalam perjuangan Kartini. Keduanya kompak dan setuju dengan misi sang kakak untuk membantu perempuan lain mendapat akses pendidikan untuk memiliki ilmu pengetahuan.

Tak berhenti di situ, kedua adiknya juga meneruskan perjuangan Kartini dengan mendirikan sekolah. Kardinah membangun “Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranowo”, sementara itu Roekmini mendirikan sekolah vokasional atau kejuruan.

2. Raden Adipati Djojo Adiningrat

Sosok pendukung selanjutnya datang dari suaminya, Raden Adipati Djojo Adiningrat. Meski menikah karena perjodohan, tapi suaminya merupakan sosok pendukung yang hangat. Ia tidak membatasi mimpi Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Bukan hanya mendukung, Raden Adipati juga mebangun sekolah perempuan di Rembang untuk Kartini. Hal ini ditunjukkan agar istrinya dapat memperluas jangkauannya dalam menyebar ilmu pengetahuan.

3. R.M.P. Sosrokartono

Kakak Kartini, R.M.P. Sosrokartono, turut menjadi pencetus pemikiran emansipasi Kartini. Dirinya menjadi pembimbing dan pendorong Kartini untuk menulis surat soal kesetaraan dan pendidikan ke Belanda.

R.M.P. Sosrokartono membantu memperluas pengetahuan Kartini dengan memberikan sejumlah bacaan kepada adiknya, mulai dari buku, surat kabar berbahasa Melayu dan Belanda. Ia juga menjadi penjaga semangat Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.

4. Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat

Sosok ayah Kartini turut berperan dalam perjuangan Kartini. Hal ini dilihat dukungan sekolah di Europeesche Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun. Berkat pendidikan yang diberikan, Kartini memiliki bekal pemikiran yang maju.

Bekal tersebut ia gunakan untuk membantu perempuan lain yang tidak memiliki privilese untuk mengenyam pendidikan. Ini juga yang memicu semangatnya untuk mencerdaskan perempuan. Ayahnya pun mendukung impian sang anak dan setiap gagasannya.

5. Jacques Henrij Abendanon dan Rosa Manuela Abendanon

Selain dari keluarga, Kartini juga punya dukungan dari sahabat pena. Pasangan suami istri ini cukup dekat dengan dirinya serta punya kontribusi yang cukup besar. Nyonya Abendanon membimbing Kartini dan kedua adiknya untuk mempelajari gagasan etis.

Selain itu, J. H. Abendanon, berperan dalam menerbitkan surat Kartini yang ditujukkan untuk sahabat penanya di Eropa setelah ia meninggal di usia 25 tahun. Kumpulan surat itu dikumpulkan menjadi sebuah buku berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ (1911) yang kemudian diterjemahkan sebagai buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Airlangga Dorong Penguatan Ekosistem Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
RI Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia, Prabowo Terima Apresiasi PM Albanese
• 42 menit laludetik.com
thumb
Konsumen Rentan Jadi Korban, YPKIM: Pemerintah Mengabaikan Revisi UU Perlindungan Konsumen
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Pengguna Chrome di Indonesia kini bisa manfaatkan dukungan Gemini
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Sambut Hari Kartini, tvOne Angkat Sosok Perempuan Tangguh dari Aktris Hingga Supir Bus
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.