Sederet Modus Kecurangan SNPMB 2026, Panitia Ungkap Lokasi Ujian Tempat Joki Beroperasi

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Modus kecurangan pada SNPMB ini terdeteksi di sejumlah tempat ujian di beberapa universitas negeri.

Sederet Modus Kecurangan SNPMB 2026, Panitia Ungkap Lokasi Ujian Tempat Joki Beroperasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengungkap berbagai modus kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang terdeteksi di sejumlah pusat ujian. 

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menyebut ada dua pola utama yang terdeteksi sejak hari pertama pelaksanaan.

Baca Juga:
Potret Pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Negeri Jakarta

“Bisa dikatakan sampai saat ini kecurangan yang sudah kita dapatkan ada dua, yang berusaha menggunakan alat bantu dan kemudian dengan sistem joki,” ujarnya saat Konferensi Pers Hari Pertama Pelaksanaan UTBK 2026, Selasa (21/4/2026).

Modus pertama adalah penggunaan alat bantu yang disembunyikan di tubuh peserta. Temuan ini antara lain terjadi di pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Diponegoro. 

Baca Juga:
Cara Bayar UTBK dari Berbagai Bank, Begini Langkah Mudahnya

“Menggunakan alat bantu, jadi alat bantu ini disisipkan di pakaian dan sebagainya, kemudian ada headset-nya,” katanya.

Panitia juga menemukan praktik perjokian dengan cara bertukar identitas. Pelaku diketahui menggunakan identitas berbeda untuk mengikuti ujian di tahun yang berbeda.

Baca Juga:
Tanpa Antre dan Tidak Ribet, Bayar UTBK SNBT Kini Makin Praktis dan Cepat Lewat BRImo

Modus ini terdeteksi di sejumlah pusat UTBK di Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, hingga UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Negeri Malang. 

“Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025, 2026 untuk dua nama. Di UPN Jawa Timur juga perjokian. Fotonya dimodifikasi dikit lah. Kalau tahun kemarin jilbabnya agak turun ke bawah, tahun ini agak ke atas,” ungkapnya.

Ia memastikan peserta yang terbukti curang akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi. Panitia juga membuka kemungkinan adanya proses hukum lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Eduart mengimbau peserta untuk tidak mencoba melakukan kecurangan karena sistem pengawasan sudah semakin ketat.

“Yang pasti peserta yang berbuat curang dipastikan sudah tidak lolos. Jadi, sekali lagi kami sampaikan bahwasanya jauh lebih baik bagi yang berniat curang sebaiknya dihentikan,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
31 Kode Redeem FF 21 April 2026: Klaim M1887 Rapper Underworld Gratis dan Bundle Langka Sebelum Hangus!
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Puluhan Veteran AS Ditangkap saat Protes Perang Iran di Capitol Hill
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Serukan Pencegahan Perilaku Kekerasan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jaminan Sosial Pekerja Rumah Tangga Bakal Diatur dalam Peraturan Pemerintah
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cerita Indri Koa, Mengajar Numerasi dengan Tanah Liat hingga Raih Gelar Guru Heroik dari Askrindo PAUD Award 2025
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.