Washington: Puluhan veteran militer Amerika Serikat ditangkap pada Senin, 20 April 2026 saat menggelar aksi protes menentang perang AS-Israel melawan Iran di kawasan Capitol Hill, Washington.
Dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 21 April 2026, sekitar 60 veteran dan anggota keluarga berkumpul di rotunda Cannon House Office Building dengan mengenakan atribut militer dan membentangkan spanduk bertuliskan seruan penghentian perang.
Mereka juga menggelar upacara pelipatan bendera untuk menghormati prajurit AS yang gugur serta menabur bunga tulip merah sebagai simbol mengenang korban dari Iran sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Aksi berlangsung damai dengan para peserta berdiri tegap, namun aparat Kepolisian Capitol Amerika Serikat menangkap sekitar lima lusin peserta dengan tuduhan pembangkangan sipil. Tokoh Anti-Perang Ditangkap Direktur eksekutif Center on Conscience and War, Mike Prysner, termasuk di antara yang ditangkap dalam aksi tersebut.
“Perang ini sudah sangat tidak populer dan menjadi krisis bagi pemerintahan (Presiden Donald) Trump,” ucap Prysner sebelum ditahan, seraya menambahkan banyak prajurit mulai menolak terlibat.
Ia menyebut lebih dari 100 anggota militer telah mengajukan status penolak wajib militer dan menilai hal ini dapat memperbesar tekanan politik terhadap pemerintah. Seruan untuk Tentara Aktif Salah satu peserta, Tyler Romero, menyampaikan pesan kepada prajurit aktif agar mempertimbangkan dampak moral dari keterlibatan dalam perang.
“Ini adalah momen paling penting dalam hidup kita, dan pilihan yang kalian ambil sangat berarti,” ujarnya, seraya memperingatkan bahwa keterlibatan dalam perang hanya akan menambah penderitaan.
Aksi ini diselenggarakan oleh koalisi organisasi veteran dan aktivis, termasuk About Face, Veterans For Peace, Common Defense, serta kelompok keluarga militer yang menolak konflik bersenjata. (Keysa Qanita)
Baca juga: Perang Iran: 13 Personel Militer AS Tewas dan 415 Terluka dalam Operasi Epic Fury




