JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengatakan, Senin (20/4/2026), Teheran belum memutuskan apakah akan berpartisipasi dalam putaran negosiasi baru dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam konferensi pers di Teheran, Baghaei menunjukkan dalam waktu kurang dari sembilan bulan, Amerika Serikat melancarkan dua serangan militer terhadap Iran selama negosiasi.
Ia mengatakan, meskipun AS mengklaim diplomasi dan kesiapan untuk negosiasi, tetapi mereka melakukan perilaku yang sama sekali tidak menunjukkan keseriusan dalam mengejar proses diplomatik.
"Setelah kesepakatan tercapai, kami menghadapi tindakan AS di Selat Hormuz, yang mereka sebut 'blokade angkatan laut.' Dan dalam satu jam terakhir Anda telah menyaksikan mereka menyerang kapal dagang Iran, dan ini jelas merupakan pelanggaran gencatan senjata," kata Baghaei, sebagaimana diberitakan AP News.
Baca Juga: WNI di Iran Ceritakan Kondisi Terkini Jelang Akhir Gencatan Senjata
Menurut Baghaei, Iran akan memprioritaskan kepentingan nasionalnya sendiri dan membuat keputusan yang tepat mengenai langkah selanjutnya, karena blokade maritim AS dan serangannya terhadap kapal dagang Iran telah memperkuat kecurigaan rakyat Iran tentang niat AS.
"Pertama, kami tidak akan menerima 'batas waktu' atau 'ultimatum' dari pihak AS dalam melindungi kepentingan nasional Iran," ujarnya.
Baghei juga menegaskan perang yang terjadi tidak diprakarsai oleh Iran.
Ia mengatakan pada Juni tahun lalu dan tahun ini, Iran telah mengambil tindakan dua kali untuk mempertahankan kedaulatan nasionalnya.
"Kami akan terus membela negara kami selama kepentingan nasional membutuhkannya. Tanpa ragu, jika AS dan Israel melancarkan invasi lain, angkatan bersenjata Iran akan melakukan segala daya upaya untuk membela negara," tegas Baghaei.
Baca Juga: Pemerintah Pakistan Siapkan Perundingan Putaran Ke-2 Antara AS dan Iran | SAPA PAGI
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pesan beragam pada Senin (20/4) mengenai langkah ke depan untuk perang AS melawan Iran.
Trump mengaku tidak terburu-buru mengakhiri konflik tersebut. Namun, di sisi lain juga menyampaikan keyakinannya soal negosiasi lebih lanjut dengan Teheran yang akan segera berlangsung di Pakistan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : AP News
- iran
- amerika serikat
- as
- israel
- negosiasi




