Garut Target Produksi Padi 631.490 Ton Meski Ada Ancaman Kemarau

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT — Dinas Pertanian Kabupaten Garut menargetkan produksi padi mencapai 631.490 ton gabah kering giling (GKG) pada 2026. Target ini meningkat dibandingkan dengan 2025, meskipun terdapat risiko kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini.

Target produksi padi Garut sendiri bakal ditopang dengan rencana area tanam seluas 112.314 hektare, dengan produktivitas rata-rata mencapai 6 ton per hektare.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Garut, Ardhy Firdian, mengatakan target itu menjadi fokus utama sektor pertanian daerah untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kinerja produksi di tengah tantangan iklim.

“Target tanaman padi 2026 produksi 631.490 ton GKG,” ujar Ardhy, Selasa (21/4/2026).

Ardhy menjelaskan upaya pemenuhan target dilakukan melalui optimalisasi lahan pertanian yang ada. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan indeks pertanaman serta menjaga stabilitas produktivitas lahan agar tetap berada di kisaran target.

Adapun target luas panen yang dipatok Dispertan adalah sebesar 106.718 hektare. Angka ini disesuaikan dengan potensi lahan efektif yang dapat dipanen, termasuk mempertimbangkan risiko gagal panen akibat faktor cuaca.

Baca Juga

  • Atasi Banjir Kabupaten Bandung, KDM akan Perbanyak Danau
  • Jabar Optimistis Permendagri soal Pajak Kendaraan Listrik Picu Kenaikan PAD
  • 100 Nelayan Cirebon Berhenti Melaut akibat Krisis BBM

Ardhy memaparkan bahwa target produksi 2026 lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun sebelumnya. Pada 2025, target produksi ditetapkan sebesar 485.286 ton GKG. Namun realisasinya melampaui ekspektasi dengan capaian 736.210,6 ton GKG dari luas panen 131.011 hektare.

Ia menjelaskan realisasi produksi yang melampaui target pada 2025 tak terlepas dari peningkatan luas panen serta kondisi musim hujan yang datang tepat waktu. Ketersediaan air yang memadai dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung produktivitas tanaman padi.

“Realisasi luas panen meningkat signifikan, salah satunya karena awal musim hujan berlangsung sesuai perkiraan,” katanya.

Meski demikian, tantangan pada 2026 diperkirakan berbeda. Dispertan mengantisipasi potensi musim kemarau yang dapat berdampak pada penurunan ketersediaan air untuk irigasi. 

Kondisi ini berisiko mengganggu fase pertumbuhan tanaman, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air terbatas.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Dispertan menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya melalui pelaksanaan gladi posko guna memastikan kesiapan operasional sarana pendukung pengairan, seperti pompa air, unit irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan identifikasi sumber-sumber air permukaan yang dapat dimanfaatkan saat terjadi kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air tetap tersedia bagi lahan pertanian yang membutuhkan.

Upaya lain yang disiapkan meliputi pengusulan tambahan sarana pompa air, optimalisasi pemanfaatan lahan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga program cetak sawah rakyat untuk memperluas area tanam.

Di sisi perlindungan petani, Dispertan juga menyiapkan skema asuransi usaha tani padi. Program ini ditujukan untuk meminimalkan kerugian petani apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan atau faktor alam lainnya.

“Kami menyediakan asuransi usaha tani padi sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian,” ujar Ardhy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Bahlil: Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi Sesuai Mekanisme Pasar
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gak Cuma Peran Kecil! Gisella Anastasia Bongkar Alasan Mau Gabung di Sekawan Limo 2: Gunung Klawih
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Penikaman Nus Kei Diduga Pembunuhan Berencana, 6 Orang Diperiksa
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pria di Mojokerto Pakai Foto AI Kencani 32 Wanita, Lalu Curi Barangnya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi yang Cegat dan Hendak Geledah Mobil di Daan Mogot Jakbar Diperiksa Propam
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.