Badung: Hari Kartini 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, mengadakan pelatihan salon berupa tata rias dan sanggul serta pameran kerajinan. Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A, Ni Luh Putu Andiyani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Setiap mengikuti pelatihan, mereka mendapatkan sertifikat sebagai bukti keterampilan,” ujarnya di Kerobokan, Kabupaten Badung, Selasa, 22 April 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Hari Kartini, Puan Sebut Perempuan Tentukan Perjalanan RI
“Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah,” kata warga binaan asal Thailand Kasarin Khamkhao yang sudah menjalani tujuh tahun masa pidana dari total 16 tahun vonis kasus narkoba.
Mereka bergiliran saling merias dan menata sanggul warga binaan untuk selanjutnya melakukan peragaan busana. Layaknya peragawati, mereka berlenggak-lenggok di aula setempat dengan membawa hasil kerajinan berupa tas, syal rajutan, kipas tangan, dan produk makanan ringan seperti kue pie susu.
Sejumlah warga binaan Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan mengikuti pelatihan salon berupa tata rias dan sanggul Bali memperingati Hari Kartini di lapas setempat di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Sejumlah warga binaan juga menari dengan menampilkan Tari Nusantara sebagai bentuk kreativitas selama menghuni lapas. Dalam kesempatan tersebut sebanyak 80 perwakilan warga binaan juga mendapatkan literasi berupa penyuluhan spiritual dan pemahaman politik.
Selain pelatihan salon, pemberdayaan yang diberikan kepada warga binaan perempuan yaitu pembuatan kripik tempe, membuat kipas tangan, membuat kue, perawatan kuku, hingga peternakan ayam, kolam lele hingga berkebun melon dan anggur.
Peringatan Hari Kartini di Lapas Perempuan Kerobokan juga dihadiri Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Bali yang merupakan istri wakil gubernur Bali Seniasih Giri Prasta. Kemudian Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Bali Decky Nurmansyah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Bali Anak Agung Sagung Mas Dwipayani serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Bali.
Adapun Dinas Sosial juga menyerahkan paket pelatihan sanggul dan tata rias serta dari Puspa Bali juga menyerahkan paket perawatan kulit dan kebutuhan mandi. Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan dihuni oleh 258 orang warga binaan dari 12 negara di dunia atau sudah melebihi kapasitas seharusnya yakni 120 orang.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515885/original/062448700_1772202581-mariano__thom__allano.jpg)