JAKARTA, KOMPAS.com – Muhammad Farhan Arya (25), jemaah haji asal Jakarta, mengaku telah didaftarkan untuk berhaji sejak 2013 oleh orangtuanya.
"Ini yang pertama naik haji. Alhamdulillah setelah mengantre 13 tahun dari 2013. Waktu itu saya didaftarkan orangtua saat usia 13 tahun," ujar Farhan di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (21/4/2026).
Farhan mengatakan, ia berangkat ke Tanah Suci bersama kakak dan budenya.
Baca juga: Deg-degan soal Kondisi Timur Tengah, Jemaah Haji Ini Fokus Persiapan Mental
Ia juga telah melakukan sejumlah persiapan sebelum keberangkatan.
"Persiapannya paling olahraga, jalan kaki, begitu-begitu. Sama menyiapkan mental, mendalami ibadah lagi, sudah itu saja," jelas Farhan.
Di usia muda, Farhan memilih menunaikan ibadah haji lebih dulu dibandingkan berlibur ke luar negeri.
Ia menganggap kesempatan tersebut sebagai rezeki sekaligus panggilan.
Baca juga: 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Jakarta Mulai Masuk Asrama Haji Pondok Gede
"Alhamdulillah dapat rezekinya, kita dipanggil di umur segini. Alhamdulillah enggak apa-apa. Nanti untuk liburan selanjutnya insya Allah ada rezekinya lagi," tuturnya.
Berbeda dengan Farhan, Rizki Rahman (17), warga Jakarta Selatan, berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia.
"Awalnya orangtua saya berdua yang berangkat, cuma ayah saya meninggal, jadi saya menggantikan. Harusnya saya berangkat 2021, cuma karena belum cukup umur. Waktu itu kalau enggak salah minimal 13 tahun, jadi saya belum boleh," kata Rizki.
Rizki mengaku telah mempersiapkan fisik sebelum keberangkatan.
Baca juga: Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat Besok, Anggota DPR: Layani Optimal!
Namun, ia merasa tidak memiliki kendala karena masih muda dan rutin berolahraga.
"Sebenarnya kayak biasa aja sih (olahraga), cuma ya saya kan masih muda jadi di kesehatan tuh saya diunggulkan lah," ungkapnya.
Ia juga menceritakan, sebelum berangkat ke Asrama Haji, banyak kerabat dan tetangga yang menitipkan doa kepadanya.
"Diumur saya jangan disia-siain karena setiap di rumah pasti ada orang yang datang terus bilang saya haji itu pasti mereka ingin juga, terus banyak yang kayak nitip doa, bahkan saya sampai ada catatan doa-doa orang kayak kurang lebih 20 lebih," jelasnya.