Dorongan Idulfitri 1447 H, Penjualan Eceran Surabaya Diprakirakan Melonjak 13,6% di Maret 2026

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Surabaya – Geliat ekonomi Kota Surabaya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H tampaknya membawa angin segar bagi sektor ritel. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pada 16 April 2026, kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan mengalami peningkatan signifikan, baik secara tahunan maupun bulanan.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 diprakirakan mencapai 525,2, atau tumbuh 13,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi Februari 2026 yang sebesar 13,2% (yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan eceran Maret 2026 diprakirakan melesat 8,4%, jauh lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 4,2% (mtm).

Suku Cadang dan Sandang Jadi Pendorong Utama

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan permintaan masyarakat menjelang Idulfitri. Dua kelompok yang berkontribusi paling besar adalah Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Barang Lainnya Subkelompok Sandang.

“Selain itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor juga menunjukkan perbaikan meskipun masih dalam fase kontraksi. Sementara Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Barang Budaya dan Rekreasi tetap mencatat pertumbuhan positif,” ujar Ibrahim dalam siaran persnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan masih tertahan oleh kontraksi yang lebih dalam pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Realisasi Februari Juga Positif, Didorong Imlek dan Diskon

Sebelumnya, realisasi penjualan eceran Februari 2026 juga tercatat impresif. IPR Februari 2026 sebesar 484,3 atau tumbuh 13,2% (yoy), meningkat dibanding Januari 2026 yang sebesar 10,9% (yoy). Secara bulanan, Februari 2026 tumbuh 4,2% (mtm), membalikkan kontraksi -4,9% pada Januari 2026.

Kinerja tersebut didorong oleh momen HBKN Imlek, cuti bersama, serta awal periode Ramadan yang dibarengi program diskon untuk mendorong penjualan.

Ekspektasi ke Depan: Positif Tapi Waspadai Risiko Global

Menatap ke depan, responden survei memprakirakan kinerja penjualan eceran tetap positif pada Mei 2026 (tiga bulan mendatang) dan Agustus 2026 (enam bulan mendatang), masing-masing dengan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 143,9 dan 167,1. Momentum Iduladha 1447 H dan peringatan Hari Kemerdekaan RI diperkirakan akan menopang konsumsi masyarakat.

Meski demikian, BI Jatim mengingatkan adanya potensi hambatan. “Kinerja penjualan eceran ke depan berpotensi tertahan seiring meningkatnya ketidakpastian global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mendorong kenaikan harga energi dan produk turunannya, sehingga berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat,” pungkas Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Temukan Listrik Ilegal di Taman Heulang, Walkot Bogor: Masa Meterannya di Selokan?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Masih Lihat Perkembangan Harga Minyak Global
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penutupan Open Dumping: Sampah Luber di Bali, Alarm Peringatan untuk Daerah Lain
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Selain Skorsing, 16 Mahasiswa IPB Pelaku Pelecehan Dihukum Ikut Kegiatan Sosial
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Tinjau Kesiapan Proyek PSEL Palembang
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.