jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penanganan massal ikan sapu-sapu di kawasan Jagakarsa dengan mengikuti rekomendasi tata cara penguburan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Langkah ini diambil guna memastikan proses pembersihan ekosistem di kawasan perairan Jakarta Selatan tetap menghormati kaidah dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Sebut Ikan Sapu-sapu Berbahaya, Pramono Perintahkan Anak Buah Tangkap
"Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik," ujar Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Anwar menjelaskan, petugas gabungan kembali melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Pintu Air Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
BACA JUGA: Lirabica Miss Earth 2019 Protes Cara Penanganan Ikan Sapu-sapu di Jakarta
Pihaknya memastikan, sebelum ikan dikubur, seluruh ikan dipastikan dalam kondisi mati.
"Pada kegiatan kali ini, ditargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu kami tangkap. Pada Jumat lalu, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu," ucapnya.
BACA JUGA: Heboh, Ribuan Ikan Sapu-sapu Mati di Kali Jakarta, Apa Sebabnya?
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam menjaga kualitas lingkungan dan air. Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai berdampak signifikan terhadap ekosistem perairan, khususnya terhadap populasi ikan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat.
"Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu," ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan penangkapan akan dilakukan secara intensif dua kali dalam sepekan dengan fokus pada wilayah hulu. Langkah ini diharapkan dapat menekan populasi ikan sapu-sapu hingga ke wilayah hilir.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas lingkungan dan air semakin baik sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," paparnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yanuar Hadi (47) mengapresiasi upaya Pemkot Jakarta Selatan dalam mengintensifkan penanganan ikan sapu-sapu.
"Kami mendukung kegiatan ini karena pengendalian ikan sapu-sapu lebih baik dibandingkan harus mengorbankan ikan lokal," kata Yanuar.
Pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI, dan unsur masyarakat.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




