JAKARTA, KOMPAS.com - Putri Kurniasari (34) mengawali hari kerja bukan dengan sarapan pagi yang tenang.
Sebagai orangtua tunggal, Putri harus menyiapkan seluruh kebutuhan kedua anaknya sebelum berangkat bekerja di sebuah perusahaan outsourcing di bidang layanan pelanggan.
Putri memiliki dua anak berusia 10 tahun dan tiga tahun.
Ia bercerita, sudah tiga tahun menjadi orangtua tunggal setelah suaminya meninggal dunia karena sakit.
"Sakit kanker stadium empat dan itu juga apa sakitnya itu tiba-tiba, terus selama tiga bulan. Itu perjuangan banget merawat almarhum, Mana si kecil masih ASI, saya pulang kerja itu dari Jakarta ke Bekasi, ngontrak di sana, dekatan sama mertua, sama keluarga suami," ucap Putri kepada Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Kini, setelah suaminya meninggal dunia, Putri memilih pindah dari Bekasi ke Jakarta bersama kedua anaknya.
"Iya, dekat dari kantor juga, biar juga nggak banyak pikiran di jalan, biar nggak sedih mulu di sana gitu. Banyak kenangan di Bekasi gitu. Akhirnya mutusin pindah ke Jakarta," kata Putri.
Namun, keputusan pindah itu membuat Putri harus menyiapkan berbagai kebutuhan baru, terutama biaya kontrakan dan pengasuh anak.
"Iya sama pengasuh. Sama pengasuh, terus kalau aku udah pulang kerja baru sama aku anak-anak," tutur Putri.
Dia menggunakan jasa pengasuh karena tidak ingin merepotkan keluarga, sekaligus agar tetap bisa dekat dengan anak-anaknya.
Putri mengaku sempat mengalami tekanan ekonomi setelah suaminya meninggal karena harus memikul seluruh beban keluarga seorang diri.
Dengan gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sekitar Rp 6.000.000, ia harus memenuhi kebutuhan dua anaknya yang masih kecil.
"Kalau gaji UMP kadang gimana ya, ya enggak cukup. Jadi kadang utang ke teman gitu, teman dekat gitu. Kadang pokoknya minjem deh ke teman atau nggak pernah gadaiin ponsel," jelasnya.
Berutang menjadi jalan terakhir di tengah himpitan ekonomi, terlebih anak pertamanya sempat mengalami keterlambatan bicara (speech delay) dan membutuhkan terapi.
"Terus juga kadang terapi ke rumah sakit kan kadang butuh ongkos. Dari situ juga sih, Saya jadi kayak kurang gitu. Sebenarnya harusnya bersyukur ya. Tapi ya itu faktanya. Emang kurang gitu, mau dicukup-cukupin juga susah," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




