FAJAR, JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan konsep revitalisasi Pasar Sentral dengan mengadopsi pendekatan pengembangan kawasan terintegrasi seperti yang diterapkan di Blok M.
Salah satu referensi utama adalah konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan komersial dan ruang publik.
Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan menjadi bagian dari mandat strategis perusahaan.
“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejak beroperasi pada 2018, MRT Jakarta memiliki tiga mandat utama, yakni pembangunan infrastruktur, pengoperasian layanan, serta pengembangan kawasan bisnis di sekitar stasiun.
Menurutnya, konsep tersebut didorong oleh kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan kawasan di sekitar simpul transportasi menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial.
Salah satu contoh nyata adalah kawasan Blok M yang kini terintegrasi dengan terminal dan berbagai fasilitas publik, serta menghadirkan ruang-ruang kreatif seperti M Bloc Space dan Taman Literasi.
Iqbal menyebut terdapat delapan prinsip utama dalam pengembangan kawasan, di antaranya peningkatan konektivitas pejalan kaki, pengembangan kawasan dengan kepadatan tinggi, serta penyediaan fasilitas sosial yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
“Konsep ini tidak hanya soal transportasi, tetapi bagaimana menciptakan kawasan yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, layanan MRT Jakarta telah beroperasi dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Pengembangan ke depan akan diperluas hingga kawasan Kota Tua yang ditargetkan beroperasi secara bertahap pada 2027 hingga 2029.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sekitar jalur MRT.
“Ke depan, kami juga memastikan kawasan di sekitarnya berkembang sebagai pusat aktivitas yang produktif dan terintegrasi,” tutupnya.



