KAI: 18 Kasus Dugaan Pelecehan Terjadi di KRL Selama Januari–Maret 2026

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 21 laporan dugaan pelecehan seksual selama periode Januari–Maret 2026. Mayoritas laporan terjadi pada perjalanan kereta rel listrik (KRL), sementara sebagian lainnya terjadi di kereta api jarak jauh.

Meski jumlahnya dinilai kecil dibandingkan total masukan pelanggan, KAI menegaskan setiap laporan tetap ditangani secara serius.

Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba mengatakan, sepanjang kuartal I 2026, KAI menerima 18 laporan dugaan pelecehan seksual di KRL dan tiga laporan pada kereta api jarak jauh.

Baca juga: 10 KRL Baru Produksi INKA Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

"Kami di 2026 di kuartal I itu di KRL sendiri kami mendapatkan 18 laporan. Untuk kereta jarak jauh itu ada tiga laporan ya," ujar Anne di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan data KAI sejak 2020 hingga 2025, rata-rata terdapat sekitar 50 laporan dugaan pelecehan seksual setiap tahun. Angka tersebut merupakan gabungan kejadian di KRL maupun kereta api jarak jauh.

Anne menjelaskan, mayoritas laporan yang diterima berupa dugaan pelecehan seksual secara fisik. Namun, jumlah tersebut dinilai relatif kecil dibandingkan total masukan pelanggan yang diterima KAI setiap tahun.

Dalam setahun, KAI menerima sekitar 2 hingga 3 juta saran, kritik, dan masukan dari pelanggan.

"Dari 2 sampai 3 juta itu, ada laporan pelecehan seksual sekitar 50. Saya lihat kalau dari sisi persentase kecil, tetapi satu saja pelecehan itu kami serius menanganinya," jelas Anne.

Sebagai tindak lanjut, KAI berfokus pada perlindungan korban serta pencegahan terhadap pelaku. Upaya yang dilakukan antara lain mengoperasikan CCTV analytics dan menerapkan daftar hitam (blacklist) bagi pelaku pelecehan seksual.

Baca juga: Viral Penumpang KRL Arah Bogor Cium Bau Misterius, Kompak Tutup Hidung

"Selebihnya pasti kami akan bekerja sama dengan proses hukum baik dengan kepolisian dan juga stakeholder lainnya," kata Anne.

Selain itu, KAI juga menghadirkan fitur revamp ticketing yang memungkinkan penumpang perempuan memilih duduk berdekatan dengan sesama perempuan melalui identifikasi ID KTP.

Meski kasus pelecehan seksual masih tercatat, Anne meminta masyarakat tidak ragu menggunakan transportasi kereta. Ia juga mendorong korban atau saksi untuk segera melaporkan kejadian yang dialami.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jangan takut naik kereta. Kita harus aman di transportasi publik," tutur Anne.

"Laporkan kejadian apa pun yang membuat kita tidak nyaman, supaya kita bisa mewujudkan transportasi yang aman," tambahnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Stunting Tak Hanya Lebih Pendek, Daya Tangkapnya Juga Bisa Menurun!
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Tolak Damai, Trump Terus Blokade Pelabuhan
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Malam Ini, Komdis PSSI Akan Gelar Sidang Insiden Kekerasan Pertandingan EPA
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Proyek Tanggul Laut Raksasa Jadi Fokus Pemerintah
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
BMKG: Gempa NTT M6,0 Dipicu Aktivitas Tektonik Lempeng Indo-Australia
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.