Jakarta, VIVA – Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan talenta yang mampu memahami kecerdasan buatan atau AI talent semakin terasa mendesak. Banyak perusahaan kini memiliki data dalam jumlah besar, tetapi belum tentu mampu memanfaatkannya secara optimal. Kondisi ini membuat kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan transformasi digital.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum yang mempertemukan berbagai praktisi teknologi dan bisnis dalam Kalbe Analytics Expo (KAE) 2026. pada forum tersebut, disorot bahwa data tidak lagi sekadar informasi pendukung, melainkan menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatan data yang tepat akan menentukan ketahanan rantai pasokan di tengah perubahan pasar yang cepat.
“Data adalah kunci membangun rantai pasokan yang tangguh dan adaptif di tengah berbagai perubahan pasar global. Melalui data yang akurat, kita dapat memastikan setiap elemen dari produksi hingga distribusi berjalan efisien dan tepat waktu,” ujar Sie Djohan, Direktur PT Kalbe Farma Tbk di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.
Dalam era modern, hampir semua keputusan bisnis bergantung pada data. Tanpa data yang akurat dan dapat dipercaya, strategi yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran. Data disebut memiliki peran mendasar dalam proses transformasi teknologi.
“Data akan menjadi core dalam sebuah transformasi digital. Tanpa data, maka pengambilan keputusan tidak diambil. Tanpa data yang benar dan tanpa data yang bisa digunakan, maka tidak bisa mengambil keputusan dengan baik untuk kebijakan-kebijakan yang berdampak terhadap bisnis,” jelas Fadli Hamsani, General Manager Enterprise Customer Solution Telkomsel.
Selain itu, kepercayaan terhadap data juga menjadi faktor penting. Sistem pengelolaan data yang baik atau data governance diperlukan agar informasi yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu teknologi yang kini semakin banyak dimanfaatkan adalah predictive analytics. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, termasuk potensi gangguan dalam rantai pasokan.
Dalam praktiknya, predictive analytics mampu membantu perusahaan memberikan peringatan dini kepada pelanggan atau mitra bisnis.
“Jadi untuk predictive, kita bisa menggunakan tools predictive ini untuk memperkirakan misalnya apakah mobil kita akan datangnya on time, terus kemudian berapa lama lagi dia akan datang. Tentunya ini akan bisa menambah excellency dari execution yang kita jalankan,” terang Berty Argiyantari, CEO MOSTRANS.





