Pendeta dan Ustadz Poso Akui Ceramah JK Sesuai Fakta Konflik

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Pendeta dan Ustadz Poso Akui Ceramah JK Sesuai Fakta KonflikNasional | okezone | Selasa, 21 April 2026 - 16:30Dengarkan Berita

JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan sejumlah tokoh perundingan perdamaian konflik Poso-Ambon untuk menjelaskan maksud ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang belakangan menjadi sorotan.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh dari kedua kelompok mengakui yang disampaikan JK merupakan gambaran situasi nyata saat terjadi konflik.

Delegasi Kristen Perundingan Malino I, Pendeta Rinaldi Damanik, menyampaikan ceramah JK mencerminkan kondisi yang dialami masing-masing kelompok ketika konflik Poso memanas. Ia pun mengakui pada masa itu dirinya kerap mendoakan jemaatnya yang terlibat konflik.

“Kami pakai jubah dan mendoakan mereka karena mereka yakin bahwa membunuh orang dan terbunuh pun akan masuk surga. Itu yang terjadi pada waktu itu,” ungkap Rinaldi.

Di tengah situasi tersebut, Rinaldi menyebut kehadiran JK sebagai sosok yang bersedia menjadi juru damai antarkelompok. Ia pun menyadari pembenaran pertikaian atas dasar agama merupakan pemahaman yang keliru.

Baca Juga:Open House Istana, Opor Ayam hingga Empal Gentong Diserbu Warga

“Akhirnya kami sadar bahwa apa yang kami pahami waktu itu adalah ajaran yang salah. Harus kembali kepada ajaran yang benar. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak JK itu memang realitas waktu itu,” ungkap dia.

Senada, Delegasi Muslim Perundingan Malino I, Ustadz Sugianto Kaimuddin, juga menyampaikan pada masa konflik, pemuka agama di pihaknya turut memberikan legitimasi terhadap perjuangan yang dilakukan.

“Ada ustadz kita yang menjemput dan mengadzankan kita dari belakang. Dia keliling tiga kali dan adzan. Dia adzankan, dia restui kita berangkat. Insya Allah kalian mati dalam keadaan syahid. Ini adalah perjuangan, ini adalah jihad fisabilillah. Itu yang terjadi,” tegas Sugianto.

Menurutnya, ceramah JK tidak perlu dipersoalkan karena disampaikan dalam konteks pembelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang.

“Ini harus kita ceritakan ke anak cucu kita bahwa itu yang terjadi. Dengan harapan apa? Jangan sampai terulang lagi peristiwa yang sangat kelam itu, yang tidak ada keuntungannya apa-apa kecuali yang terbakar jadi api, abu, dan kita merasakan itu,” imbuh dia.

Baca Juga:Pemerintah Matangkan Rumusan Kebijakan WFH ASN dan Swasta

Sugianto juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh pihak-pihak yang menuding JK menistakan agama. Ia menilai JK justru merupakan tokoh penting dalam upaya perdamaian konflik tersebut.

“Justru mereka ini yang membuat gaduh (fitnah JK) sebenarnya. Sebenarnya mereka yang mesti dilapor ini. Mereka yang harus diproses. Mereka yang membuat situasi ini menambah kondisi ini menjadi kacau balau,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan Mantan Karyawan Keluhkan Ijazah Ditahan, Perusahaan di Madiun Diduga Minta Tebusan Jutaan Rupiah
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Alasan Iqbaal Ramadhan Jadi Produser Eksekutif di Monster Pabrik Rambut
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Jember Mobilisasi ASN Jelajah Kondisi Kemiskinan Ekstrem
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bojan Hodak sayangkan kesalahan yang dilakukan Persib
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
I.League Dukung Sanksi Tegas ke Pelaku Kekerasan di Laga EPA U-20
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.