Pangkalan AS di Uni Emirat Arab Kini Dinilai Jadi Beban, Bukan Aset

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Abu Dhabi -

Pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) kini dinilai sebagai beban, bukan lagi aset strategis. UEA bahkan diserukan untuk mempertimbangkan penutupan pangkalan-pangkalan AS di wilayahnya.

Seruan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor dan Fars News, Selasa (21/4/2026), disampaikan oleh Profesor Ilmu Politik dari Universitas Uni Emirat Arab, Dr Abdulkhaleq Abdulla, setelah Presiden AS Donald Trump menyeret kawasan Timur Tengah, termasuk UEA, ke dalam perang melawan Iran.

Abdulla, yang merupakan mantan penasihat Putra Mahkota Abu Dhabi ini, secara terang-terangan menyerukan peninjauan kembali kehadiran militer AS di UEA. Dia bahkan menyebut UEA tidak lagi membutuhkan perlindungan langsung dari AS karena kemampuan pertahanannya yang semakin meningkat.

"UEA tidak lagi membutuhkan Amerika untuk membelanya. UEA telah membuktikan selama serangan Iran bahwa mereka mampu membela diri secara efektif," kata Abdulla dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Reuters, seperti dikutip Middle East Monitor.

Baca juga: Dubes Ungkap UEA Diserang 2.850 Rudal Iran Sejak Februari, 96% Dicegat

"Yang dibutuhkan UEA adalah memperoleh persenjataan terbaik dan tercanggih yang dimiliki AS. Oleh karena itu, sudah saatnya untuk memikirkan penutupan pangkalan-pangkalan Amerika, karena pangkalan tersebut telah menjadi beban daripada aset strategis," cetus akademisi terkemuka UEA tersebut.

Abdulla mempertegas kembali seruannya tersebut dengan memposting pernyataannya tersebut via media sosial X pada Minggu (19/4) malam.

Dia menekankan bahwa fase saat ini membutuhkan pertimbangan serius tentang masa depan pangkalan militer AS di wilayah UEA.

Lebih lanjut, Abdulla juga memperingatkan bahwa keberadaan pangkalan-pangkalan AS yang berkelanjutan dapat menjerat UEA dalam konflik regional, di mana UEA bukanlah pihak yang terlibat secara langsung.




(nvc/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden China Xi Jinping Buka Suara soal Situasi Memanas di Selat Hormuz
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan DPR Tak Ingin UU Pemilu Dibahas Buru-buru, Parpol Diminta Simulasi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Tingkatkan Transparansi, Dana Desa Kini Diawasi Lewat Aplikasi
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Lari Sambil Berbagi, DJBC-Rumah Zakat Hadirkan Aksi Kemanusiaan Lewat Ramadhan Run For Humanity
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.