Tiket Grand Final diraih setelah seri Final Four yang berlangsung di Semarang (19/4). JPE menduduki posisi juara putaran kedua, dengan mencatatkan kemenangan 3-1 (25-18, 16-25, 25-15, 25-17) atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan PT Pertamina (Persero) dan seluruh anak perusahaan yang terus mengawal kesiapan JPE sepanjang jalannya kompetisi yang sangat kompetitif. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan olahraga nasional, salah satunya melalui cabang olahraga voli.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan apresiasi atas capaian JPE yang berhasil melaju ke Grand Final.
“Melalui olahraga, Pertamina ingin menghadirkan energi yang menginspirasi. Sepanjang musim ini, JPE telah menunjukkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan daya juang yang kuat di setiap pertandingan. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim. Baca juga: Hancurkan Popsivo 3-0, JPE Segel Tiket Grand Final Proliga 2026 “Perjuangan JPE juga sejalan dengan semangat Hari Kartini, di mana perempuan terus menunjukkan peran dan prestasinya di berbagai bidang, termasuk olahraga. Komposisi tim yang beragam menunjukkan kolaborasi dan daya saing di level profesional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berprestasi,” lanjut Baron.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap olahraga merupakan bagian dari peran Pertamina dalam membuka ruang pembinaan, meningkatkan kualitas kompetisi, serta mendorong lahirnya talenta-talenta berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dari sisi tim, Chef de Mission JPE, Werry Prayogi, menilai hasil di Final Four menjadi modal penting menjelang partai puncak. Evaluasi dan kesiapan tim tetap menjadi fokus utama.
Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyebut fase menuju Grand Final akan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik serta manajemen beban latihan agar tim dapat tampil optimal.
Sementara itu, Kapten JPE, Tisya Amallya Putri, menegaskan kesiapan tim menghadapi laga final yang diperkirakan akan berlangsung lebih kompetitif.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh pemain siap secara fisik dan mental, serta tetap disiplin menjalankan sistem permainan yang telah kami bangun,” ujar Tisya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





