Israel akan menjadi tuan rumah bagi festival LGBT, yang diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Timur Tengah, pada Juni mendatang. Festival bernama "Pride Land" ini akan digelar di tepi Laut Mati.
Promosi untuk festival LGBT itu disampaikan saat Israel terlibat konflik dengan berbagai front dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari melawan Hamas di Jalur Gaza, melawan Hizbullah di Lebanon, melawan Houthi di Yaman, hingga melawan Iran.
Laporan media lokal Israel, Jerusalem Post, seperti dilansir New York Post, Selasa (21/4/2026), menyebutkan bahwa festival "Pride Land" ini dijadwalkan akan dimulai pada 1 Juni mendatang dan berlangsung selama empat hari.
Jerusalem Post, dalam laporannya, menyebut festival ini akan menjadi acara LGBT terbesar yang pernah diadakan di kawasan Timur Tengah.
Disebutkan juga oleh Jerusalem Post bahwa festival "Pride Land" akan mengubah sebagian Gurun Yudea menjadi destinasi pesta dengan 15 hotel dan kompleks tepi pantai, ditambah pertunjukan yang berlangsung sepanjang waktu.
Produser utama dan penggagas festival ini, Aaron Cohen, mengklaim "Pride Land" akan menjadi proyek terbesar bagi komunitas LGBT di Israel, jauh lebih besar daripada parade tahunan yang digelar di Tel Aviv.
"Untuk melakukan investasi jutaan dolar, membeli seluruh hotel selama empat hari, dan membangun kota dari nol di tengah gurun," kata Cohen kepada Jerusalem Post.
(nvc/ita)





