Purbaya Sebut Bank Dunia Minta Maaf Soal Proyeksi Ekonomi RI 4,7 Persen

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa Bank Dunia disebut telah memberikan klarifikasi terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebelumnya diperkirakan berada di angka 4,7 persen untuk tahun 2026.

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menyebut klarifikasi itu terjadi saat pertemuannya dengan pihak World Bank di Amerika Serikat pekan sebelumnya.

“Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen itu World Bank kan. Begitu ketemu di sana dia minta maaf karena angka itu belum dipublikasikan sebelum diskusi,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan tidak mempermasalahkan proyeksi tersebut, namun justru menjadikannya sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih tinggi dari estimasi tersebut.

“Bukan marah. Saya bilang, itu terlalu rendah. Tidak usah direvisi, biar mereka nanti membuktikan sendiri bahwa prediksinya bisa salah,” katanya.

Menurut Purbaya, optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional didorong oleh berbagai kebijakan reformasi yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini dinilai memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat dibandingkan banyak negara lain, termasuk anggota G20 maupun negara berkembang.

Stabilitas tersebut, kata dia, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang rendah, serta pengelolaan fiskal yang tetap disiplin dengan defisit di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kementerian Keuangan juga menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berfungsi sebagai penyangga utama (shock absorber) dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, pemerintah disebut akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk memanfaatkan peran Danantara untuk memperkuat investasi di luar APBN.

“Ke depan kita mendorong industrialisasi, memperkuat manufaktur, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya stabil, tetapi juga lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Purbaya. (lea/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjuangan RA Kartini: Dari Pingitan hingga Membuka Jalan Emansipasi Perempuan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KOKA Amankan Kontrak Rp46,7 Miliar di Pulau Obi Maluku Utara
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Reaksi Eks Bos PSIS soal Tendangan Kung Fu Fadly Alberto: Jangan Menormalisasi Kekerasan, Tirulah Cristiano Ronaldo!
• 2 jam lalubola.com
thumb
Apple Resmi Angkat John Ternus Jadi CEO, Gantikan Tim Cook
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
RUU PPRT Resmi Disahkan, Ini 12 Poin Pentingnya
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.