Grid.ID – Pembawa acara sekaligus anggota DPR RI Uya Kuya mengaku masih trauma atas kejadian penjarahan di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada akhir Agustus 2025 silam.
Akibat berita hoaks, massa yang terprovokasi sempat menjarah habis rumah Uya. Pria 51 tahun itu pun mengaku masih teringat kejadian tersebut hingga sekarang.
"Kan gua mengingat kejadian yang kemarin fitnah ya itu trauma gitu loh. Trauma. Sampai kemarin rumah gua dijarah segala macam karena berita hoaks yang beredar," ungkap Uya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Hingga kini, rumah tersebut bahkan belum bisa ditempati karena masih dalam proses renovasi. Barang-barang yang hilang bukan hanya perabotan, tapi juga bagian penting dari bangunan.
"Rumah sampai sekarang belum selesai direnovasi dan masih dibetulin karena kan rumah saya kemarin benar-benar semua barang hilang... besi-besi, kusen-kusen, pipa-pipa aja diambil, sampai kloset WC juga diambil," tuturnya.
Dampaknya, keluarga besar Uya yang tadinya tinggal bersama kini harus tinggal terpisah. Renovasi rumah pun masih berjalan dan baru sekitar 70 persen selesai.
"Makanya kan sekarang mertua gua juga masih ngontrak. Karena kan tinggal di situ kan juga selain gua kan ada mertua, ada adik kakaknya Astrid dan keluarga juga masih ngontrak," jelas suami Astrid Khairunisha itu.
Meski banyak yang menyarankan untuk menjual rumah tersebut karena trauma, Uya memilih bertahan. Baginya, rumah itu adalah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
"Banyak orang yang bilang, udah jual aja Mas udah, daripada trauma. Cuman rumah itu saya beli dan saya bangun itu... waktu saya bangun pakai hasil kerja saya di TV pagi, siang, sore, malam," tutupnya.
Kini, setelah diterpa berita hoaks terkait kepemilikan 750 dapur MBG, Uya Kuya tak mau tinggal diam. Ia pun telah melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. (*)
Artikel Asli




