Bicara di GPIB Paulus, Megawati Merasa Khawatir Nilai Pancasila Mulai Dilupakan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, berbicara mengenai Pancasila, kebangsaan, keragaman, dan globalisasi saat menjadi pembicara dalam talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

Dalam paparannya, Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengaitkan berbagai isu dengan peran kedua lembaga tersebut.

Ia membuka pembahasan dengan menyoroti pentingnya ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa saat ini. Di hadapan sekitar 500 jemaat lansia, Megawati menegaskan bahwa Pancasila seharusnya tidak hanya dihafalkan, tetapi juga dihayati dan diamalkan.

Pesan tersebut, menurutnya, penting untuk terus disampaikan kepada generasi muda agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa. Ia juga mengingatkan agar kebebasan berpendapat tetap dijalankan dengan etika, serta menghindari praktik perundungan yang kini marak.

"Lima sila mulai dilupakan hanya dihafalkan. Ini yang saya khawatir," kata Megawati.

Megawati kemudian mengulas konsep Trisakti yang diajarkan Presiden pertama RI, Soekarno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ia juga memberikan contoh penerapannya dalam konteks kekinian.

Dalam membahas keragaman, Megawati menyinggung pengalaman Indonesia pascareformasi 1998 yang diwarnai sejumlah konflik sosial bernuansa SARA, seperti di Ambon, Poso, dan Sampit. Ia mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut agar tidak terulang di masa depan.

"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," sebut Megawati.

Ia juga menyinggung kearifan lokal dalam penyelesaian konflik, seperti konsep Pela Gandong di Maluku.

Terkait isu global, Megawati menceritakan pengalamannya berdialog dengan Paus Fransiskus, termasuk membahas isu pemanasan global dan pentingnya menjaga bumi.

"Saya diundang ke kediaman pribadi Paus Fransiskus saat itu," urai Megawati.

Selain itu, ia turut menyinggung dinamika global terkini, termasuk situasi pascaserangan terhadap Iran yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kenaikan harga energi seperti LPG.

Megawati juga menekankan pentingnya menjaga nasionalisme di tengah dunia yang semakin tanpa batas. Ia berpesan agar warga Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri, tetap memegang teguh nilai budaya dan etika bangsa.

"Seperti burung kembali ke sarang. Sarangmu Indonesia, jangan lupa," ucap Megawati.

Di bagian lain, ia mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), disikapi secara bijak.

Dalam kegiatan tersebut, Megawati hadir didampingi politisi PDIP Eriko Sotarduga dan disambut Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Jakarta, Pendeta Johny Alexander Lontoh, serta Ketua PKLU Timbul Thomas Lubis.

Setelah menyampaikan paparan selama sekitar satu jam, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab bersama delapan jemaat. Menutup acara, Megawati berpesan agar nilai-nilai yang disampaikan dapat diteruskan kepada generasi muda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibu Hamil Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Begini Cara Pencairannya!
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Sambut Hari Kartini, tvOne Angkat Sosok Perempuan Tangguh dari Aktris Hingga Supir Bus
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Trump Isyaratkan Kuba Bisa Jadi Target AS Selanjutnya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ruang Aman bagi Kartini Masa Kini
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kampus Seribu Jendela: Jejak Arsitektur dan Filosofi Universitas Sanata Dharma
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.