Waspadai Godzilla El Nino, BPS Ingatkan Potensi Inflasi Pangan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kondisi cuaca anomali ini diprediksi berdampak langsung pada penurunan produktivitas sektor pertanian dan stabilitas harga pangan nasional.

Waspadai Godzilla El Nino, BPS Ingatkan Potensi Inflasi Pangan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan peringatan dini terkait potensi kembalinya fenomena El Nino ekstrem atau yang dijuluki "Godzilla El Nino". 

Kondisi cuaca anomali ini diprediksi berdampak langsung pada penurunan produktivitas sektor pertanian dan stabilitas harga pangan nasional.

Baca Juga:
BPS Ungkap Alasan Banyak Warga yang Keluar dari Daftar PBI BPJS Kesehatan

Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono, menjelaskan secara teori ekonomi, kendala produksi pada tanaman kebutuhan pokok akan memicu ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang berujung pada kenaikan harga.

"Sebetulnya secara teori, misal produksi tanaman yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi terkendala, mungkin jumlah produksi rendah atau stok yang ada sedikit ya, maka secara prinsip ekonomi tentunya ketika permintaan tidak berubah maka akan ada kecenderungan menaikkan harga, itu prinsip ekonomi. Sehingga kita bicara teori semacam ini pasti akan ada pengaruhnya,” ujar Sarpono dalam workshop wartawan BPS di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:
BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026 untuk Industri Kreatif, Siap Datangi 94 Juta Rumah

BPS menilai kemarau panjang yang menyertai El Nino harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera menyusun strategi cadangan. 

Ketersediaan komoditas yang masuk dalam kategori volatile food (bahan pangan bergejolak) menjadi titik yang paling rawan terdampak.

Baca Juga:
BPS Coret 11.014 Orang dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026

Sarpono menekankan pentingnya langkah antisipatif, termasuk mempertimbangkan opsi pemenuhan stok dari luar negeri jika produksi domestik terganggu secara signifikan.

"El Nino, tingkat produktivitas misalnya kebutuhan pokok terutama terkait volatile food (pangan) itu mungkin harus ada strategi yang dibangun. Apakah mungkin untuk kestabilan harga perlu impor dan sebagainya itu bagian early warning,” kata dia.

Meskipun secara teoritis fenomena ini akan memberikan tekanan pada angka inflasi, baik dari sisi dorongan biaya (cost-push) maupun tarikan permintaan (demand-pull), BPS menyatakan sejauh mana dampak tersebut akan merembes ke ekonomi makro Indonesia masih memerlukan pengukuran lebih lanjut.

Hingga saat ini, BPS terus memantau potret di lapangan untuk melihat sejauh mana pergeseran musim memengaruhi pola tanam dan panen petani.

“Tetapi secara teori, ada push ada pull terkait inflasi itu bisa jadi akan berpengaruh. Tetapi sejauh mana pengaruhnya, belum diukur saat ini,” kata Sarpono.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peristiwa 21 April: Hari Lahir RA Kartini hingga Wafatnya Amir Machmud
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Jangan Berlebihan! Ini Besaran Uang Saku Haji 2026
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Spanyol Tuduh Israel Terapkan Strategi Gaza di Lebanon dan Ancam Stabilitas Timur Tengah
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Enam tersangka terkait tewasnya pelajar SMAN 5 Bandung diringkus
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Menkum Ungkap Keinginan Prabowo Terhadap RUU PPRT yang Akan Disahkan
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.