Prochiz (KEJU) Pastikan Belum Mau Naikkan Harga Produk, Ini Alasannya

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memastikan tidak akan menaikkan harga produk meski pasokan bahan baku terdampak konflik Timur Tengah.

Prochiz (KEJU) Pastikan Belum Mau Naikkan Harga Produk, Ini Alasannya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Emiten produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memastikan tidak akan menaikkan harga produk meski pasokan bahan baku terdampak akibat konflik Timur Tengah hingga nilai tukar rupiah terus melemah.

"Dari kami, kalau dilihat dari strategi awal perseroan yakni memasarkan keju, membuat keju. Kita ingin buat keju yang tadinya makanan para elit, menjadi makanan sehari-hari untuk semua rakyat Indonesia. Jadi, kenaikan harga bukan opsi utama kami, kami lebih senang melihat market share kita bisa menjangkau pasar lebih pasar besar," ujar Direktur Utama KEJU Indrasena Patmawidjaja saat pubex usai RUPST 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:
Umumkan Buyback, Saham Produsen Prochiz (KEJU) Terbang

Dia menerangkan, pelemahan nilai tukar rupiah sudah terlihat sejak tahun lalu. Namun, perseroan mampu menerapkan strategi efisiensi, sehingga profit tetap terjaga.

Bahkan, kata Indrasena, keuangan perseroan terbantu oleh kinerja ekspor ke sejumlah negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

Baca Juga:
Pabrik Mulia Boga Raya (KEJU) di Sumedang Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026

Lebih lanjut, dampak perang terhadap kinerja perseroan juga tidak terlalu memberikan dampak secara luas. Hanya rantai pasok supply chain yang terganggu, mengingat sebagian besar bahan baku keju masih impor dari negara-negara Eropa.

Baca Juga:
Kinerja Moncer Berkat MBG, Prochiz (KEJU) Tebar Dividen Tunai Rp89,88 Miliar

"Beruntungnya kita juga sudah siap dengan mitra-mitra region seperti New Zealand, Australia yang bisa mengimbangkan situasi sekarang. Eropa yang kena (dampak perang), tapi negara lain yang produksi susu kejunya besar, tidak (kena dampak). Kita masih beruntung dapat opsi yang bisa memberikan keseimbangan," ujarnya.

Meski demikian, kata dia, perseroan akan terus memantau ketidakpastian yang terjadi di global. Hal ini dilakukan agar perseroan bisa menerapkan mitigasi dan strategi selanjutnya.

"Ketidakpastian ini tiap hari kita pelototi. Kuartal I bisa tertangani dan tidak bisa kita janjikan sepanjang tahun. Tapi kita cukup agile, pantau situasi makro dan teman-teman cukup lihai dalam menjalankan bisnis. Prioritasnya membesarkan pasar keju di Indonesia," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BREN hingga DSSA Jeblok Imbas Pengumuman Baru MSCI
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Usut Intervensi-Aliran Fee Bupati Pati Sudewo Terkait Korupsi Rel KA
• 7 jam laludetik.com
thumb
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Wamenkomdigi Nezar Patria Tinjau MBG Swasta Berbasis AI
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Tim Hukum Jokowi Pastikan Tak Ada Restorative Justice untuk Roy Suryo dan dr Tifa
• 9 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.