Mendagri Ungkap Cara "Murah" Tekan Biaya Kesehatan: Walkable City dan Ruang Hijau

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan ruang terbuka hijau dan penguatan konsep kota ramah pejalan kaki atau walkable city.

Pendekatan ini dinilai tidak hanya strategis, tetapi juga lebih efisien dalam menekan beban biaya kesehatan jangka panjang.

Dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Mendagri mengingatkan, arah pembangunan daerah seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Mendagri Peringatkan Kepala Daerah: Jaga Diri dari Korupsi dan Inefisiensi

“Dengan membangun taman yang banyak, ruang hijau yang banyak untuk kegiatan olahraga, ada pedesterian, itu jauh lebih murah dibanding biaya mereka untuk mensubsidi masyarakat yang terkena penyakit," tegasnya di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep walkable city mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang nyaman untuk berjalan kaki, berolahraga, hingga berinteraksi sosial.

Kota yang dirancang dengan pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendorong produktivitas warga.

Sebagai perbandingan, Mendagri menyinggung keberhasilan Singapura dalam mengintegrasikan ruang hijau dan fasilitas publik ke dalam perencanaan kota.

Menurutnya, investasi pada taman dan jalur pedestrian terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata, termasuk dalam menekan pembiayaan sektor kesehatan.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pemanfaatan ruang kota. Pemerintah daerah diminta tidak mengorbankan ruang terbuka hijau demi kepentingan komersial atau permukiman semata.

Baca juga: Mendagri: Kalau Forkopimda Kompak, Hampir Semua Masalah Daerah Selesai

"Jangan sampai semuanya di-convert menjadi daerah komersial semua. Pemukiman semua. Kalau itu di-convert menjadi pemukiman ... semua, maka yang terjadi nanti, satu, ruang hijaunya untuk bantalannya enggak ada. Tiba-tiba apa? Banjir,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi dalam kebijakan tata ruang menjadi faktor kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kota sekaligus mencegah persoalan lingkungan seperti banjir dan penurunan kualitas ekosistem.

Sebagai ilustrasi, Mendagri juga mencontohkan pembangunan Bandara Banyuwangi yang mengusung konsep ramah lingkungan, dengan memaksimalkan ventilasi alami serta meminimalkan penggunaan pendingin udara.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah: Waspadai Inflasi, Jangan Tunggu Masalah Meledak

Ia menambahkan, ruang hijau tidak hanya berfungsi secara estetika, tetapi juga memiliki peran vital sebagai area resapan air dan penyeimbang lingkungan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tanpa pengelolaan tata ruang yang tepat, risiko seperti penyempitan sungai hingga potensi banjir akan semakin besar.

Di akhir, Mendagri mengajak para kepala daerah untuk melihat kota sebagai ruang hidup yang menopang kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, bukan sekadar pusat aktivitas ekonomi semata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Bidik TPPU untuk Haji Ilegal, Kejar Aset untuk Ganti Rugi Jemaah
• 14 jam laluokezone.com
thumb
NasDem NTT Gelar Konsolidasi dan Pelantikan Pengurus DPC Flores Timur
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Program Beasiswa Cendekia Baznas Dorong Akses Pendidikan dan Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Tukang Rongsok Berkomplot Gasak Motor di Jaktim, Curian Diangkut Gerobak
• 11 jam laludetik.com
thumb
Berulang Kali Ditipu Mantan Karyawan, Fuji Alami Depresi
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.