Risiko Tinggi di Jalan, Lalamove Bekali Pelindung buat Driver

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Data Korlantas Polri mencatat, sepanjang 2025 terjadi lebih dari 141 ribu kasus kecelakaan, dengan kendaraan roda dua mendominasi sekitar 68 hingga 72 persen.

Kondisi ini turut berdampak pada profesi pengemudi layanan berbasis aplikasi yang setiap hari berada di jalan. Jam kerja panjang dan padatnya lalu lintas membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Baca Juga :
Kondisi Terkini Siti Nurhaliza Usai Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Satu Korban Tewas Kecelakaan Helikopter di Hutan Kalbar Warga Negara Malaysia

Situasi tersebut mendorong pentingnya perlindungan tambahan bagi pengemudi maupun penumpang. Tidak hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga perlindungan finansial jika terjadi risiko di perjalanan.

Melihat kondisi itu, Lalamove menghadirkan perlindungan bagi mitra pengemudi dan pengguna. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan Qoala.

Perlindungan yang diberikan berupa Group Personal Accident yang mencakup berbagai risiko selama perjalanan dan pengantaran. Skema ini dapat dimanfaatkan oleh mitra pengemudi maupun pengguna layanan Lalamove Ride.

Manfaat perlindungan mencakup kecelakaan yang membutuhkan penanganan medis hingga risiko fatal. Nilai pertanggungan yang diberikan mencapai hingga Rp50 juta sesuai ketentuan polis.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, mengatakan bahwa kebutuhan akan rasa aman kini menjadi semakin penting dalam layanan berbasis digital.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan pengantaran dan mobilitas, kami memahami bahwa pengguna dan mitra pengemudi tidak hanya mengharapkan kecepatan dan kemudahan, tetapi juga rasa aman yang lebih besar,” ujarnya, dikutip Selasa 21 April 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan mulai menjadi perhatian utama dalam industri transportasi berbasis aplikasi. Tidak hanya soal kecepatan layanan, tetapi juga perlindungan bagi seluruh ekosistem.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kebutuhan akan perlindungan di jalan diperkirakan akan terus bertambah. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri untuk menghadirkan layanan yang lebih aman.

Baca Juga :
Bos Rokok HS Muhammad Suryo Bangun Masjid di Lokasi Istrinya Tewas Kecelakaan, Begini Penampakan Desainnya
Detik-detik Pemotor Tewas di Lenteng Agung Buntut Tabrak 'Pantat' Transjakarta
Detik-detik Pemuda 24 Tahun Tewas Terlindas Bus di Flyover Pesing Jakbar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: Gempa di NTT siang ini dipicu aktivitas Lempeng Indo-Australia
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kementerian PU Tuntaskan SPPG Makan Bergizi Gratis di PLBN Wini dan Motamasin NTT
• 14 jam lalumatamata.com
thumb
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina, Termasuk Seorang Perempuan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Semeru Masih Fluktuatif, Status Tetap Siaga
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Kumpulan Ucapan Hari Kartini dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.