FAJAR, MAKASSAR — IBK Nitro akan menggelar rangkaian kegiatan berskala internasional yang melibatkan akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong pengembangan keilmuan di bidang keuangan dan perbankan.
Perwakilan IBK Nitro, Ismail Suardi Wekke, M.A., Ph.D., Dr. Megawaty, S.E., MHRM, dan Kausar, berkunjung ke redaksi FAJAR pada Selasa, 20 April 2026, untuk menjajaki kerja sama publikasi dan penyebaran informasi kegiatan tersebut.
Kausar menyampaikan bahwa konferensi internasional ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya pernah digelar lima tahun lalu.
“Kegiatan ini pernah kami lakukan lima tahun yang lalu, itu yang pertama, dan sekarang ini merupakan konferensi internasional yang kedua,” ujarnya.
Ismail menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 25 April 2026 dengan workshop penulisan (writing workshop). Selanjutnya, pada Minggu diisi dengan agenda peserta, kemudian pada Senin dan Selasa akan berlangsung konferensi internasional secara penuh.
“Pada hari Selasa juga akan dilakukan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Maros, tepatnya di Ammesangeng. Rangkaian kegiatan akan ditutup pada hari Rabu melalui forum bertajuk Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation,” jelasnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di kampus IBK Nitro di Makassar dan daring, sehingga memungkinkan partisipasi peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara. Sejumlah agenda tambahan juga direncanakan berlangsung di Bandara Sultan Hasanuddin sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi.
Dalam pelaksanaannya, IBK Nitro mengusung konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, media, komunitas, dan masyarakat. Narasumber yang dihadirkan pun berasal dari berbagai negara.
Wakil Rektor IBK Nitro, Dr. Megawaty, mengungkapkan bahwa pemateri tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. “Pemateri kami bukan saja dari lokal, seperti Prof Marzuki dan perwakilan Bank Indonesia, tetapi juga dari Malaysia, Turki, Jepang, dan Thailand,” ujarnya.
Selain konferensi ilmiah, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, pelajar SMA/SMK, serta peneliti muda (young scholars) melalui berbagai agenda, seperti expo inovasi dan riset yang berkolaborasi dengan media.
IBK Nitro berharap dapat memberikan dampak positif berupa perluasan jaringan internasional, peningkatan kualitas keilmuan, serta terbangunnya kolaborasi nyata antara akademisi, industri, dan masyarakat.
Di sisi lain, program pengabdian kepada masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi warga, sementara keterlibatan generasi muda menjadi ruang pengembangan kapasitas dan kreativitas.
Kegiatan ini juga memperkuat posisi IBK Nitro sebagai institusi yang aktif dalam riset, inovasi, dan kontribusi sosial. (*/)
Fira, Magang FAJAR





