Penulis: Mubarak
TVRINews, Banjarbaru
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite kian mencekik para pelaku usaha transportasi dan logistik di Kota Banjarbaru. Sejumlah sopir mengeluhkan harga yang naik hampir Rp10 ribu per liter, sehingga membuat biaya operasional membengkak.
Kondisi ini dirasakan para sopir angkutan logistik di wilayah Kalimantan Selatan. Saat mengisi bahan bakar jenis Dexlite di SPBU Trikora, Kota Banjarbaru, mereka mengaku tidak memiliki banyak pilihan karena aturan perusahaan yang mewajibkan penggunaan BBM non-subsidi tersebut.
Salah seorang sopir, Rahmadi, mengatakan kenaikan harga Dexlite cukup tinggi, dari sebelumnya Rp14.800 menjadi sekitar Rp24.600 per liter. Ia juga menyebut penggunaan Dexlite merupakan ketentuan dari perusahaan.
“Awalnya Rp14.800, sekarang sekitar Rp24.600 per liter. Dari perusahaan memang harus menggunakan Dexlite dan jumlah pengisian tetap seperti biasanya,” jelas Rahmadi, Selasa, 21 April 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan Abdullah, seorang sopir mobil boks. Ia mengaku pengeluaran untuk bahan bakar meningkat drastis dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya Rp250 ribu bisa dapat 18 hingga 20 liter, tetapi sekarang untuk 10 liter saja sudah sekitar Rp250 ribu. Kami juga tidak bisa menggunakan BBM jenis lain karena perusahaan mewajibkan Dexlite,” jelas Abdullah.
Meski harga terus melambung, volume pengisian BBM tidak dapat dikurangi karena kebutuhan jarak tempuh yang tetap. Para sopir berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan harga BBM non-subsidi agar beban pekerja di sektor logistik tidak semakin berat.
Selain Dexlite, bahan bakar lain yang juga mengalami kenaikan di antaranya Pertamax Turbo dan Pertamina Dex.
Editor: Redaktur TVRINews




