Sekolah Rakyat di Sragen Nyalakan Harapan Lansia Pencari Sisa Karet

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sragen: Pendidikan merupakan sektor kunci mengubah nasib seseorang. Itulah yang membuat kehadiran Sekolah Rakyat begitu penting terutama bagi kalangan tidak mampu.

Dengan biaya gratis, siswa bisa fokus meraih mimpi dan cita-cita. Segala kebutuhan baik untuk sekolah maupun sehari-hari sudah tepenuhi dengan kehadiran Sekolah Rakyat.

Baca Juga :

Dari Pekerja Bengkel Kembali ke Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat tidak hanya menyalakan harapan peserta didik. Para orang tua dan wali murid secara tidak langsung merasakan hal yang sama.

"Saya senang cucu saya sekolah di Sekolah Rakyat. Supaya anaknya pintar, supaya sukses, supaya tidak seperti nenek, kakeknya dan ayahnya. Supaya kehidupannya ke depan menjadi baik," harap nenek Samini (70), ketika di wawancarai, di Sragen, Selasa 21 April 2026.

Di usianya yang tak lagi muda dan di tengah kondisi ekonomi yang penuh keterbatasan, nenek Samini hanya memiliki satu harapan yaitu cucunya yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat dapat tumbuh menjadi anak yang pintar dan sukses.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Jawa Tengah tidak hanya memberi Hendi Saputro, cucu nenek Samini, harapan untuk meraih cita-citanya. Tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kakek dan neneknya untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarga mereka.

Hendi, yang saat ini duduk di bangku kelas 7 SMP, memang menempuh jalan hidup yang terjal. Setelah ditinggal ibunya yang wafat karena Covid-19, ayah Hendi terserang stroke yang membuatnya tidak lagi bisa bekerja mencari nafkah bagi keluarga. Lansia tulang punggung keluarga Samini dan suaminya Patmo Suwito (76), nenek dan kakek Hendi, menjadi sosok yang menggantikan peran orang tua sekaligus tulang punggung keluarga. Di usia senja, ketika seharusnya menikmati masa tua, keduanya justru masih berjuang mencari sisa-sisa karet untuk dijual ke pabrik.

Nenek Samini saat mencari sisa karet. Foto istimewa

Hasil mencari sisa karet seharga Rp5.000 per kilogram. Dalam sehari, Samini dan Patmo hanya mampu mengumpulkan sekitar 10 kilogram, dengan pendapatan kurang lebih Rp50.000 per hari.

Dari penghasilan itu lah, Samini harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, membiayai ayah Hendi yang sakit stroke, hingga memberi uang jajan untuk Hendi dan adiknya.

"Hendi sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya, bahkan bekerja di bengkel untuk membantu kebutuhan keluarga," ucap nenek Samini. Pendidikan dan kehidupan terjamin Setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, pendidikan dan kehidupan Hendi di asrama lebih terjamin. Ia mendapatkan seragam lengkap secara gratis, fasilitas belajar, serta makan bergizi tiga kali sehari.

"Cucu saya diberi (fasilitas) komplit, saya tidak mengeluarkan sepeser pun," kata nenek Samini.

Tak hanya Hendi yang menerima manfaat. Kakek dan neneknya juga memperoleh dukungan berupa dua ekor kambing dari pemerintah, sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

"Saya bersyukur sekali, cucu saya ditolong pemerintah. Bapak Presiden Prabowo, saya senang sekali, Pak. Semoga cucu saya jadi orang sukses kedepannya, Pak," imbuh Samini.

Kementerian Sosial, selaku pihak yang diberikan mandat oleh Presiden Prabowo untuk menjalankan program ini, terus berkomitmen agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun mimpi, harapan, dan masa depan yang lebih baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank-bank Raksasa Berebut Mau Pakai AI Mythos yang Batal Dirilis karena Bahaya
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Jombang Diduga Korban Pembunuhan, 2 Pelaku Ditangkap
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Sah! John Ternus Terpilih Jadi CEO Baru Apple Gantikan Tim Cook
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan tak Ada WNI Jadi Korban
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menteri HAM: Kritik yang Disampaikan Feri Amsari Dijamin Konstitusi, Kalau Saiful Mujani Tidak
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.