Bank Mandiri Arahkan Dana SAL Rp300 Triliun untuk Kredit UMKM dan Sektor Strategis

pantau.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengarahkan pemanfaatan dana saldo anggaran lebih (SAL) dari pemerintah untuk disalurkan sebagai kredit guna mendukung percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyaluran kredit tersebut difokuskan pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri padat karya, serta berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki dampak besar terhadap perekonomian.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menjelaskan sektor strategis yang dimaksud mencakup perkebunan, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, serta sektor prioritas lain yang memiliki efek berganda terhadap ekonomi.

Ia mengungkapkan, "Harapan kami, Bank Mandiri berupaya terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat daya saing ekspor serta memperluas penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan."

Penempatan Dana SAL untuk Jaga Likuiditas

Penempatan dana SAL oleh pemerintah di perbankan disebut sebagai langkah bersama untuk menjaga efektivitas transmisi likuiditas dalam sistem keuangan.

Bank Mandiri memastikan pengelolaan dana tersebut dilakukan secara prudent dan produktif sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan likuiditas.

Rizaldi menegaskan, "Sesuai dengan tujuan penempatan dana pemerintah, dana tersebut difokuskan untuk mendukung penyaluran kredit dan menjaga kelancaran intermediasi perbankan."

Total Dana Capai Rp300 Triliun

Pemerintah sebelumnya telah menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun di perbankan sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi.

Dengan tambahan Rp100 triliun, total dana SAL yang ditempatkan kini mencapai sekitar Rp300 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tambahan dana tersebut diberikan dengan skema yang lebih fleksibel untuk mempercepat penyaluran ke sektor produktif.

Ia menjelaskan mekanisme ini bekerja seperti invisible hand atau tangan tak terlihat dalam menggerakkan ekonomi.

Purbaya menyampaikan, “Kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial, sehingga perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manfaat Olahraga Angkat Beban
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pesan Kapolri pada Koprs Brimob Polri, Ingatkan Harus Selalu Siaga Hadapi Situasi Geopolitik Global
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Prof. Dossy Iskandar Prasetyo, Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Bhayangkara Surabaya
• 4 jam lalurealita.co
thumb
BNI Sebut Sudah Kembalikan Dana Jemaat Aek Nabara Rp28 Miliar: Proses Pengembalian Telah Tuntas
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Inggris Resmi Setujui Larangan Beli Rokok bagi Generasi Lahir Setelah 2008
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.