Kutim Tingkatkan Hilirisasi Sawit untuk Ketahanan Energi Nasional

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, SANGATTA, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, kini tengah gencar mendorong hilirisasi kelapa sawit guna mendukung ketahanan energi nasional. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan industri berbasis produk turunan, termasuk biofuel dari sawit, ungkap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Selasa (tanggal penulisan artikel).

Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi besar untuk mendukung energi terbarukan nasional, dengan luas kebun sawit mencapai 5.29.586 hektare dan produksi 7,76 juta ton tandan buah segar (TBS). Produksi crude palm oil (CPO) juga mengesankan, mencapai 4,6 juta ton, menjadikan Kutim sebagai penghasil CPO terbanyak di Kalimantan Timur pada 2023.

Ardiansyah menekankan bahwa hilirisasi sawit tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak perusahaan perkebunan untuk berperan aktif dalam mendukung hilirisasi, tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah.

Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Pusat Pengembangan

Pemerintah telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) sebagai pusat pengembangan industri. Kawasan ini dinilai strategis dengan dukungan akses logistik efisien dan pelabuhan di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang strategis bagi perdagangan internasional.

Bupati Kutim mendorong langkah konkret dari pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi investasi di sektor ini. Termasuk di antaranya, pembangunan pabrik pengolahan seperti kilang minyak dan pabrik biodiesel di KEK Maloy. Keberadaan industri ini diharapkan menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin tumbuh bersama Kutim, baik investor lokal, nasional, maupun luar negeri," ujar Ardiansyah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KOKA Amankan Kontrak Rp46,7 Miliar di Pulau Obi Maluku Utara
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Produsen Pupuk Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri Meski Australia Berminat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Imigrasi Soetta Cegah 13 WNI Hendak Berangkat Haji Pakai Visa Kerja
• 11 jam laludetik.com
thumb
Staf PBNU Syaiful Bahri Mangkir dari Panggilan KPK, Pemeriksaan Akan Dijadwal Ulang
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Perdana Menteri Pakistan Berterima Kasih ke Donald Trump
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.