Trump Akan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Atas Permintaan Pakistan

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan terbaru terkait situasi dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan melalui platform Truth Social.

Dilansir Aljazeera, Rabu (22/4/2026) dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan keputusannya untuk menunda serangan terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan dari pihak Pakistan.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, tidak mengherankan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," demikian pernyataan tersebut.

Baca juga: Pakistan Tunggu Kepastian Iran Soal Kehadiran di Perundingan Damai dengan AS

Trump menegaskan bahwa militer AS tetap dalam kondisi siaga meski serangan ditunda. Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal Iran diajukan dan perundingan damai yang kedua kali diselesaikan.

"Oleh karena itu, saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," lanjutnya.

Sebelumnya, mediator Pakistan menyampaikan mereka belum menerima tanggapan resmi dari Iran terkait keikutsertaan dalam putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat. Menteri Informasi Islamabad, Attaullah Tarar, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari Iran.

"Tanggapan resmi dari pihak Iran tentang konfirmasi delegasi untuk menghadiri Perundingan Perdamaian Islamabad masih ditunggu," tulis Tarar melalui akun X miliknya dilansir AFP, Selasa (21/4/2026).

Dia mengatakan keputusan tersebut sangat penting, mengingat waktu gencatan senjata yang telah disepakati akan berakhir beberapa jam lagi. Tarar menyebut, keputusan Iran akan menjadi penentu kelanjutan proses diplomasi, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata selama dua pekan antara pihak-pihak yang bertikai.

Baca juga: Pakistan Tunggu Kepastian Iran Soal Kehadiran di Perundingan Damai dengan AS

Trump sebelumnya menyatakan negaranya berada dalam posisi kuat menjelang putaran kedua pembicaraan dengan Iran. Negosiasi lanjutan tersebut direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat.

"Kita akan mendapatkan kesepakatan yang hebat. Saya pikir mereka tidak punya pilihan... Kita berada dalam posisi negosiasi yang sangat, sangat kuat," kata Trump kepada penyiar CNBC, dilansir AFP, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlaku sejak 8 April dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington, menurut Gedung Putih.




(dek/dek)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Eskalasi Militer Jika Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
• 18 jam lalumatamata.com
thumb
Perempuan adalah Tiang Negeri
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Gempa NTT Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Puan Maharani Tegaskan Perempuan Berperan Penting Tentukan Arah Perjalanan Indonesia
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Catat! Pemberi Kerja Wajib Beri PRT Cuti, THR, dan Jaminan Sosial
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.