Pemulung di Boyolali Bahagia, Anaknya Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kebahagiaan dirasakan Sarjo, 50, pemulung di Boyolali, setelah anaknya yang sempat putus sekolah kini bisa kembali melanjutkan pendidikan. Yakni, melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Jawa Tengah.

Sehari-hari, Sarjo menggantungkan hidup dari hasil memulung barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kertas, serta berjualan pakaian bekas keliling. Penghasilannya yang tidak menentu membuatnya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan lima orang anak.

Keterbatasan ekonomi yang dihadapi bahkan membuat salah satu anaknya sempat putus sekolah selama satu tahun. Dalam kondisi tersebut, pendidikan menjadi hal yang sulit dijangkau.

Harapan itu kemudian kembali hadir ketika Sarjo diperkenalkan pada program Sekolah Rakyat melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut, anaknya, Syifa, kini dapat kembali bersekolah.

“Alhamdulillah ada pendamping PKH yang menawarkan kalau ada program baru dari Pak Prabowo, dari Kementerian Sosial, jadi anak saya mau ikut sekolah lagi, jadi saya mengucapkan alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Desa Mriyan, Taman Sari, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026.

Bagi Sarjo, kembalinya sang anak ke bangku sekolah bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga tentang menghidupkan kembali mimpi yang sempat tertunda.
 

Baca Juga :

Dari Pekerja Bengkel Kembali ke Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat

“Kalau pengennya sih mau jadi dokter, kata anaknya begitu. Kalau saya yang penting mau menempuh pendidikan dulu. Kalau mau jadi apa nanti terserah anaknya, saya cukup mendukung saja,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan dalam program tersebut, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan makan yang ditanggung sepenuhnya. Hal ini membuatnya tidak lagi terbebani biaya pendidikan anak.


Pemulung di Boyolali. Foto: Bakom RI.

“Jadi saya mengucapkan banyak terima kasih, itu semuanya sudah lengkap. Jadi saya enggak usah ngasih anak saya, cukup doa yang saya kasih sama anak saya,” ucapnya.

Dengan penuh rasa syukur, Sarjo menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang kini didapatkan anaknya untuk kembali menata masa depan melalui pendidikan.

“Jadi alhamdulillah saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Presiden dan Menteri Sosial yang sudah mendukung keluarga saya,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tampil Beda dengan Motor Baru Premium, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mulai 0,7%
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tak Jadi Dipindah ke Timur Tengah, Sistem Rudal AS Tetap di Korsel
• 3 jam laludetik.com
thumb
Gaspol Hari Ini: Kekerasan Seksual di Kampus, di Mana Ruang Aman Perempuan?
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Hari Kartini, PRENAGEN Soroti Pentingnya Support System Ibu
• 21 jam laluherstory.co.id
thumb
HOPE Siapkan Rp317 Miliar demi Kendali Penuh atas Meranti Group
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.