Amerika Serikat (AS) belum memindahkan sistem pertahanan rudal utama dari wilayah Korea Selatan (Korsel). Hal itu disampaikan menyusul laporan Washington akan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal tersebut ke kawasan Timur Tengah, yang tengah dilanda konflik yang meluas.
Media terkemuka AS, The Washington Post, melaporkan bulan lalu, dengan mengutip sejumlah pejabat anonim, bahwa AS memindahkan sebagian dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari wilayah Korsel untuk digunakan dalam perang melawan Iran.
Laporan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan publik Korsel, di mana sistem tersebut menjadi pilar pertahanan nasional melawan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.
Komandan pasukan AS di Korsel, Xavier Brunson, seperti dilansir AFP, Rabu (22/4/2026), mengatakan bahwa Washington "belum memindahkan sistem THAAD apa pun" keluar dari negara tersebut.
"THAAD masih berada di semenanjung (Korea) saat ini," kata Brunson dalam sidang komite Senat AS di Washington DC pada Selasa (21/4) waktu setempat.
"Kami mengirimkan amunisi ke depan (ke Timur Tengah), dan amunisi tersebut saat ini menunggu untuk dipindahkan," sebutnya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Saat ditanya apakah dia mengharapkan sistem tersebut tetap berada di tempatnya, Brunson menjawab: "Iya."
(nvc/ita)





