JAKARTA, KOMPAS.com — Jalur sepeda di Jalan Dr. Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan, berubah fungsi setiap malam menjadi tempat penampungan sampah sementara.
Kondisi ini membuat lintasan yang seharusnya bebas hambatan justru justru berubah menjadi tempat penampungan sementara (TPS). Kondisi ini mengganggu pengguna jalan, serta memicu kemacetan di ruas yang relatif sempit.
Pelintasan sepeda tersebut berada di Jalan Dr. Saharjo yang memiliki panjang kurang lebih 2,3 kilometer (Km) dari terowongan Manggarai hingga persimpangan Casablanca atau Jalan KH Abdullah Syafei.
Baca juga: Duduk Perkara Bocah Dipukul Ojol Usai Sepedanya Dilindas di Jalur Sepeda
Ada dua titik jalur sepeda di Jalan Dr. Saharjo yang setiap malamnya menjadi tempat sampah dadakan.
Titik pertama berada persis di samping Pasaraya Manggarai atau tepatnya di Jalan Gang Bhakti IV. Di titik ini, setiap menjelang pukul 20.00 WIB, jalur sepeda justru tertutup dengan tumpukan sampah.
Para tukang sampah juga berbondong-bondong membawa angkutannya ke titik ini agar bisa diangkut oleh mobil truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta.
Namun, tak jarang sebelum para tukang sampah dan truk dari DLH datang, sampah yang dibungkus plastik sudah tertumpuk di lokasi ini.
Titik kedua berada di Halte Bus Manggarai atau Taman Infinia. Halte bus yang di depannya juga terdapat lintasan sepeda ini terlihat kotor karena menjadi TPS setiap malamnya.
Tak jarang, menumpuknya sampah dan aktivitas pengangkutannya dengan truk membuat lalu lintas di sekitar terganggu, terutama di samping Pasaraya Manggarai.
Sebab, jalan di lokasi ini hanya memiliki lebar kurang lebih enam meter yang harus dilintasi oleh Transjakarta, motor, mobil, dan kendaraan lainnya.
Sementara di sisi kiri jalan yang seharusnya difungsikan sebagai jalur sepeda, kerap kali tak bisa dilintasi karena ada sampah yang menumpuk atau truk DLH yang sedang parkir untuk melakukan pengangkutan.
Kondisi semakin parah ketika banyaknya pengendara yang melakukan lawan arah dari Infinia menuju terowongan Manggarai.
Baca juga: Viral Video Pesepeda Dipukul Ojol di Sudirman Saat Cegah Motor Masuk Jalur Sepeda
Pengendara dan pesepeda tergangguSalah satu pengendara sepeda motor bernama Rudia (45) merasa sering kali terganggu dengan jalur sepeda yang beralih fungsi menjadi TPS.
"Ini kalau malam tuh suka macet kan, jalanan sempit, Transjakarta lewat sini juga, di sisi kiri jalan jalur sepeda buat bongkar muat sampah ini menganggu," ungkap Rudia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Selain menghambat akses jalan, ia juga sering terganggu dengan bau sampah yang menumpuk, terutama ketika bongkar muat dengan truk dilakukan.
Sedangkan pesepeda bernama Dani (27) mengaku kesulitan melintas di samping Pasaraya Manggarai setiap malam karena jalur sepedanya sering tak bisa dilintasi imbas bongkar muat sampah.
"Iya, saya sering lewat sini kalau pagi sama malam. Kalau malam kan banyak sampah, ada mobil ngangkut juga jalur sepeda ketutup total ini samping Pasaraya Manggarai," kata dia di lokasi, Selasa.
Ia mengakui, ketika pagi hari sampah-sampah yang sebelumnya menumpuk di jalur sepeda sudah dibersihkan.





