BOGOR, KOMPAS.com — Wali Kota Bogor Dedie A Rachim diadang pedagang kaki lima (PKL) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jalan Pedati, Suryakencana.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Dedie bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyusuri Jalan Pedati untuk memeriksa kondisi kawasan terkait penertiban PKL.
Saat itu, para PKL sudah tidak berjualan di trotoar.
Baca juga: Temukan Listrik Ilegal di Taman Heulang, Walkot Bogor: Masa Meterannya di Selokan?
Ketika berjalan ke arah Jalan Lawang Saketeng, Dedie membuka perbincangan dengan seorang PKL yang tengah duduk di trotoar tanpa membawa dagangan.
"Lagi nunggu apa ibu?" tanya Dedie.
"Nunggu si bapak lewat, mau dagang sedikit kita perlu makan gitu tapi alhamdulillah udah ketemu sama bapak," jawab ibu PKL tersebut.
Baca juga: Sambungan Listrik Ilegal Ditemukan di Selokan Taman Heulang Bogor, Diduga Suplai PKL
Dedie kemudian menanyakan jenis dagangan yang dijual serta lokasi penyimpanannya.
"Mana cue, tongkolnya?" lanjut Dedie.
"Simpen dulu di sana, kan gimana kalau punya perut gimana pak?" jawab dia.
Dedie tidak menanggapi pernyataan tersebut dan kembali bertanya apakah pedagang itu akan kembali berjualan di trotoar setelah dirinya pergi.
Baca juga: Pemkot Bogor Batasi PKL di Taman Heulang, Hanya Kuliner yang Diizinkan Jualan
"Jadi urang indit, jualan deui? (jadi saya pergi jualan lagi?)," tanya Dedie.
PKL itu menjawab akan tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan hidup.
"Pasti, boga beuteung pan (punya perut kan). Bapak boga beuteung teu? (bapak punya perut enggak?). Gitu aja ya kaki lima dianggap ayam," ujar ibu tersebut.
Dedie hanya tersenyum tanpa menanggapi dan melanjutkan pemantauan bersama jajaran Pemkot Bogor.
Baca juga: Viral Penumpang KRL Arah Bogor Cium Bau Misterius, Kompak Tutup Hidung
Dalam kesempatan itu, seorang ibu lainnya juga terus berbincang dengan Dedie hingga sidak hampir selesai, dari Jalan Pedati hingga Jalan Lawang Saketeng.
Saat dikonfirmasi wartawan, Dedie mengatakan perbincangan tersebut berisi keluhan PKL yang masih memiliki pelanggan di kawasan Jalan Pedati.
Ia mengaku telah mengajak para PKL untuk pindah ke Pasar Jambu Dua.
Baca juga: Pangkalan Gas di Bogor Belum Tahu Kenaikan Harga, Masih Jual LPG Nonsubsidi Tarif Lama
"Dia PKL, kita juga sudah ajak ya untuk punya kios di Jambu Dua dan beliau bersedia. Hanya memang tadi kendalanya apa, customer-nya kan belum pindah," kata Dedie di Suryakencana, Rabu (22/4/2026).
"Kenapa? Karena mungkin akses angkutan ya. Tadi beliau minta angkutannya coba diberikan kelonggaranlah untuk bisa masuk ke dalam pasar," sambungnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




