Tekanan Uni Eropa, Traceability Sawit Jadi Tantangan

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketertelusuran (traceability) memiliki peran penting bagi industri kelapa sawit guna mempertahankan akses ke pasar global sekaligus memperkuat tata kelola berkelanjutan. Uni Eropa melalui Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/EUDR) menuntut kelapa sawit dapat dibuktikan bebas deforestasi hingga bisa dilacak perjalanan produk mulai dari produk akhir di supermarket hingga kembali ke lokasi kebun asal.

Strategic Advisor CECT Sustainability Universitas Trisakti, Windrawan Inantha, mengatakan, dalam ranah perdagangan sawit global Uni Eropa telah beralih dari pasar atau pembeli produk menjadi penentu arah industri. Menurut dia, tekanan Uni Eropa menjadi tantangan besar bagi industri sawit nasional.

Baca Juga
  • Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor
  • Paspi Dukung BPDP Danai 400 Riset Pengembangan Kelapa Sawit
  • SPKS dan BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat Sekadau Melalui Koperasi

Hal itu karena selama ini pasar domestik hampir tidak pernah meminta informasi kebun asal CPO dalam botol minyak goreng atau produk turunan. "Traceability sawit hari ini lebih banyak lahir dari tekanan akses pasar dan tata kelola global daripada dari dorongan konsumen domestik," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut Windrawan, tantangan utama penerapan traceability di industri sawit nasional adalah 42 persen area sawit Indonesia dikelola oleh petani kecil. Dalam konteks traceability, sambung dia, para petani kecil menjadi titik paling rapuh dalam rantai pasok. Setidaknya terdapat lima tantangan dalam penerapan traceability di tingkat petani kecil.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di antaranya, legalitas lahan, kapasitas teknis, insentif ekonomi yang lemah, biaya sertifikasi dan pengorganisasian petani, hingga keterbatasan SDM pendamping. "Sistem yang menuntut geolokasi presisi, dokumen legal, pencatatan administrasi, dan koneksi digital akan selalu lebih mudah dijalankan oleh perusahaan besar daripada oleh petani swadaya," ucap Windrawan.

Dia berharap, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bisa tampil sebagai katalis transformasi di sektor perkebunan sekaligus menjawab tantangan traceability di industri kelapa sawit nasional. Windrawan mendorong BPDP menjadikan kesiapan traceability sebagai syarat prioritas penerima manfaat program.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Kafe Energi Positif, Ruang Berdaya Pekerja Disabilitas di Lampung
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Kiamat Kecil Chelsea di Kandang Brighton: Takluk 0-3, Posisi Keenam Melayang
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Dirut PT Karabha Digdaya Didakwa Suap Pimpinan PN Depok
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Astra Otoparts (AUTO) Tebar Dividen Rp819,35 Miliar, Cair 18 Mei 2026
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.