KEK Industropolis Batang Targetkan Kapasitas Dryport 1 Juta TEUs

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menargetkan kapasitas dryport berbasis rel yang tengah dikembangkan dapat mencapai hingga 1 juta TEUs per tahun seiring pertumbuhan kawasan industri dan permintaan logistik nasional.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, mengatakan pengembangan dryport tersebut menjadi bagian strategis untuk memperkuat posisi kawasan sebagai hub industri sekaligus logistik terintegrasi di Indonesia.

“Dengan adanya dryport, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga pusat logistik terintegrasi yang siap bersaing di tingkat global,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (21/4/2026).

Dryport yang dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare ini pada tahap awal dirancang memiliki kapasitas 600.000 hingga 650.000 TEUs per tahun, dengan potensi peningkatan hingga 1 juta TEUs seiring ekspansi tenant dan aktivitas industri di kawasan.

Pengembangan fasilitas tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang dengan sejumlah mitra strategis, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.

Ngurah menuturkan, keberadaan dryport berbasis rel akan menjadi tulang punggung sistem logistik kawasan dengan mengintegrasikan moda transportasi kereta api dan pelabuhan. Skema ini dinilai mampu menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Baca Juga

  • KEK Industropolis Batang Teken MoU Pengembangan Dryport
  • KEK Industropolis Batang Kebut Pengembangan Lahan Fase 2 & Konektivitas KA
  • Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik Jelang Mudik, Cek Perinciannya

Selain itu, dryport akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant industri serta pusat konsolidasi logistik regional. Dengan konektivitas langsung ke jaringan pelabuhan dan transportasi darat, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada angkutan berbasis jalan.

Pengembangan proyek akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyelesaian studi kelayakan pada 2026, dilanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2027–2028 hingga tahap operasional.

Melalui proyek ini, KEK Industropolis Batang membidik penguatan ekosistem logistik nasional sekaligus meningkatkan daya tarik investasi, terutama bagi industri berorientasi ekspor yang membutuhkan konektivitas distribusi yang efisien dan terintegrasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik.

“KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses groundbreaking pengembangan dryport ditargetkan dapat dimulai pada Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan implementasi proyek ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dunia Yang Tak Lagi Percaya Amerika Serikat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Ramalan Asmara 23 April 2026: 5 Weton Ini Bakal Temukan Jodoh hingga Lamaran Mendadak
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Waspada Energi Negatif, 5 Weton Ini Diprediksi akan Mengalami Kesialan atau Apes pada 23 April 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.