Apa yang Mendesak hingga Bikin AS Minta Warganya Tinggalkan Irak?

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Amerika Serikat kembali meminta warganya di Irak untuk segera angkat kaki. Di awal bulan ini Kedubes Amerika Serikat (AS) juga menyerukan warganya untuk meninggalkan Irak, apa yang mendesak?

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad memperbarui peringatan perjalanan (travel warning) ke Irak. Kedutaan Besar Washington menyerukan warga negara AS yang saat ini berada di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut.

"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," demikian bunyi peringatan keamanan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Irak, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026).

Kedutaan Besar AS mengimbau warga AS untuk menghubungi para pejabat Kedutaan Besar atau Konsulat melalui sarana elektronik.

Baca juga: Pangkalan AS di Uni Emirat Arab Kini Dinilai Jadi Beban, Bukan Aset

Ancaman Milisi Pro Iran

Travel warning AS ini muncul di tengah konflik regional setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Timur Tengah yang menampung aset militer AS.

Kedutaan Besar AS memperingatkan, kelompok milisi Irak yang bersekutu dengan Iran terus merencanakan serangan-serangan lebih lanjut yang menargetkan warga negara AS dan kepentingan terkait Amerika di berbagai wilayah Irak, termasuk di wilayah utara negara tersebut.

"Beberapa elemen terkait pemerintah Irak terus secara aktif memberikan perlindungan politik, finansial, dan operasional bagi milisi-milisi teroris ini," sebut Kedutaan Besar AS memperingatkan warganya di Irak.

Kedutaan Besar AS menambahkan wilayah udara Irak telah dibuka kembali, dengan penerbangan komersial kini beroperasi secara terbatas.

Namun, Kedutaan Besar AS juga mengingatkan agar warga negara AS yang mempertimbangkan perjalanan udara tetap waspada terhadap risiko-risiko yang terus berlanjut dari rudal, drone, dan roket.

"Misi AS di Irak tetap buka meskipun sedang dalam masa keberangkatan yang diperintahkan untuk membantu warga AS di Irak," kata Kedutaan Besar AS.

"Jangan mencoba datang ke Kedutaan Besar di Baghdad atau Konsulat Jenderal di Erbil mengingat risiko keamanan yang signifikan," imbuh pernyataan tersebut.




(idn/idn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketangguhan Ekonomi RI dan Pekerjaan Rumah yang Perlu Diselesaikan
• 42 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Dukung Transformasi Kerja ASN, Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Efisiensi Energi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
K-Popers Bersiap! Pemerintah Bakal Tambah Konser K-Pop, Hasil Diplomasi Indonesia–Korea Selatan
• 2 jam laludisway.id
thumb
Alasan PTUN Tidak Dapat Menerima Gugatan terhadap Fadli Zon: Tidak Berwenang Mengadili
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Waka Komisi V DPR Desak Evaluasi Rencana Pajak Tambahan Tarif Tol
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.