Liputan6.com, Jakarta - Aksi demo di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud berakhir ricuh. Suasana yang semula kondusif berubah kericuhan jelang magrib waktu setempat.
Massa melempari batu dan membakar ban bekas. Mencegah aksi meluas, polisi membubarkan paksa pendemo.
Advertisement
"Kami sudah mengingatkan peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis di luar batas sehingga petugas terpaksa mengambil langkah penguraian secara tegas," kata Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Hendri Umar.
Situasi memanas hingga berujung ricuh terjadi ketika batas waktu penyampaian aspirasi berakhir menjelang waktu Maghrib atau sekitar pukul 18.00 WITA. Massa meluapkan kemarahannya dengan melemparkan botol minuman, tumpukan sampah, hingga bebatuan ke area gedung Kantor Gubernur Kaltim tersebut.
Kekecewaan massa memuncak karena Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji tidak kunjung keluar menemui mereka. Akhirnya, sebanyak 1.700 personel gabungan memukul mundur pendemo dengan menembakkan meriam air atau water cannon ke arah demonstran.




