Harga Minyak Pangkas Kenaikan usai Gencatan Senjata Diperpanjang

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak memangkas kenaikan pada Selasa (21/4/2026) setelah sempat menembus USD100 per barel.

Harga Minyak Pangkas Kenaikan usai Gencatan Senjata Diperpanjang. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak memangkas kenaikan pada Selasa (21/4/2026) setelah sempat menembus USD100 per barel, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga Teheran mengajukan proposal.

Kontrak berjangka Brent bergerak volatil, ditutup naik sekitar 3 persen pada Selasa, lalu kembali menguat lebih dari 5 persen hingga menyentuh level tertinggi sesi di USD101,15 setelah muncul laporan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungannya ke Islamabad untuk pembicaraan damai dengan Iran.

Baca Juga:
Outlook Kuartal II-2026, Berburu Saham Diskon di Tengah Risiko Geopolitik

Namun, harga kemudian terkoreksi setelah Trump menyatakan gencatan senjata akan tetap berlaku hingga pemimpin Iran menyampaikan proposal yang disebutnya sebagai satu kesatuan dan pembicaraan rampung.

Meski demikian, ia menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap akan berlanjut.

Baca Juga:
Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Namun Ada Syarat

Sebelumnya, Iran menyatakan belum memutuskan apakah akan menghadiri pembicaraan damai dengan AS, serta belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump tersebut.

Brent naik 4,4 persen ke USD99,67 per barel dalam perdagangan setelah penutupan pada Selasa.

Baca Juga:
Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup menguat 2,8 persen ke USD92,13.

Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global, masih sebagian besar terhenti pada Selasa, dengan hanya tiga kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir, menurut data pelayaran.

“Pada titik ini Anda sudah kehilangan satu miliar barel, bahkan jika situasi ini selesai besok. Jika berlanjut satu bulan lagi, jumlahnya bisa mencapai 1,5 miliar barel,” kata Kepala ekonom di perusahaan perdagangan komoditas Trafigura, Saad Rahim, dikutip Reuters.

Di kawasan Timur Tengah lainnya, militer Israel menyatakan Hizbullah menembakkan roket ke pasukan Israel di Lebanon selatan, dan menuduh kelompok yang didukung Iran itu melanggar gencatan senjata menjelang pembicaraan yang dimediasi AS antara pemerintah Israel dan Lebanon pekan ini. Belum ada tanggapan langsung dari Hizbullah.

Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar jet, pejabat transportasi Uni Eropa mengatakan blok tersebut akan memberikan panduan kepada maskapai terkait penanganan isu seperti slot bandara, hak penumpang, dan kewajiban layanan publik jika terjadi kekurangan akibat perang Iran.

Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche mengatakan pasokan bahan bakar jet tidak dalam kondisi terancam karena kilang menyesuaikan diri dengan peningkatan permintaan, namun pemerintah tetap memantau situasi.

Kenaikan harga minyak ini terjadi saat pasar menunggu arah dari data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) pada Selasa menyebutkan, persediaan minyak mentah AS turun setelah tiga pekan berturut-turut mencatat kenaikan, sementara stok bensin dan distilat juga mengalami penurunan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taj Yasin Dorong Percepatan Jambanisasi untuk 21 Ribu Rumah di Jateng
• 48 menit laludetik.com
thumb
Militer Iran Siaga Penuh, Ancam Serang Balik Jika AS Luncurkan Serangan Baru
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Belum Tahu Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Penularan HPV bisa terjadi secara seksual dan non-seksual
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi ASN Selingkuh dengan Polisi Polres Nganjuk, Sering Berduaan di Kontrakan Sejak November 2025
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.