Bisnis.com, BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat meniadakan seluruh rangkaian seremonial pelepasan jemaah haji di embarkasi Jakarta-Bekasi dan Indramayu pada musim haji 2026. Kebijakan ini diambil untuk menekan risiko kelelahan jemaah yang kerap berujung pada gangguan kesehatan hingga ketinggalan kelompok terbang (kloter).
Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hari Novian menegaskan pelepasan cukup dilakukan di daerah asal tanpa seremoni tambahan di embarkasi.
"Di embarkasi Bekasi maupun Indramayu tidak ada lagi seremonial serah terima jemaah. Setibanya di asrama, jemaah langsung masuk proses penempatan dan administrasi," ucap Hari Novian dikutip Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, praktik seremoni berlarut mulai dari pengumpulan dini hari hingga perjalanan panjang ke asrama, telah berulang kali memicu kelelahan.
Dampaknya tidak sederhana: penurunan Hemoglobin (Hb), kebutuhan tindakan medis seperti transfusi, hingga kegagalan berangkat sesuai kloter.
"Setiap tahun pola ini berulang. Jemaah sudah kelelahan bahkan sebelum masuk asrama, sementara rangkaian ibadah di Tanah Suci menuntut kondisi fisik prima," kata Boy.
Baca Juga
- Indramayu Siapkan Kawasan Industri Perikanan Terintegrasi
- Ramai Kritik Soal Jalan Diponegoro, Kumuhnya Kawasan Gedung Sate Sepi Kepedulian
- 690 Calon Jemaah Haji Kuningan Berangkat ke Tanah Suci dalam Dua Kloter
Kemenhaj Jabar juga meminta pemerintah kabupaten/kota menata ulang pola pelepasan agar tidak memakan waktu panjang dan tidak berdekatan dengan jadwal masuk asrama.
Aktivitas menerima tamu di rumah sebelum keberangkatan turut disorot sebagai faktor yang menggerus waktu istirahat jemaah.
Pengetatan ini berjalan seiring penurunan kuota haji Jawa Barat tahun ini menjadi 29.643 orang, turun 9.080 jemaah dibandingkan 2025.
Dengan ruang keberangkatan yang lebih terbatas, aspek kesiapan kesehatan dinilai makin krusial karena jemaah yang tidak memenuhi syarat medis berisiko tidak diberangkatkan.
Untuk operasional, jemaah dari Bekasi, Depok, Bogor, Karawang, Cianjur, Sukabumi (kabupaten/kota) diberangkatkan melalui asrama Bekasi dan Bandara Soekarno-Hatta pada 22 April–21 Mei 2026.
Sementara jemaah dari wilayah lain di Jawa Barat, termasuk Bandung raya, Priangan Timur, hingga Cirebon dan sekitarnya, diberangkatkan dari asrama Indramayu melalui BIJB Kertajati pada 22 April–20 Mei 2026.
Kemenhaj menekankan, penghapusan seremoni di embarkasi bukan sekadar efisiensi protokoler, melainkan intervensi kesehatan untuk menjaga kebugaran jemaah sejak sebelum terbang.
Dengan pola baru ini, proses di asrama difokuskan pada istirahat, penataan kloter, dan kesiapan dokumen, bukan seremoni.





