Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai pendamping dalam proses kreatif di industri ekonomi kreatif.
Menurut Riefky, kehadiran AI justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat hasil karya para pelaku ekonomi kreatif, bukan menggantikannya.
"AI ini bisa menjadi partner dari pekerja kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik," ujar Riefky kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers di One Satrio CBD Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 April 2026.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI perlu diiringi dengan kesadaran etika. Pemerintah mengingatkan agar teknologi tersebut tidak digunakan secara tidak bertanggung jawab, termasuk dalam praktik pembajakan karya kreatif.
"Etika juga harus terus disosialisasikan. Jangan sampai hasil karya yang sudah dibuat dengan susah payah justru dibajak dengan menggunakan AI," ucapnya.
Kemudian, Riefky juga menyoroti pesatnya perkembangan AI yang jauh lebih cepat dibandingkan teknologi sebelumnya seperti internet. Karena itu, menurutnya, perlu perhatian bersama dalam memastikan pemanfaatannya tetap berada pada koridor yang tepat.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penyusunan regulasi terkait AI saat ini menjadi kewenangan kementerian terkait, yakni Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Editor: Redaktur TVRINews





