Bursa Asia Melemah usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia bergerak cenderung melemah pada Rabu (22/4/2026), di tengah kombinasi tekanan global dari Wall Street.

Bursa Asia Melemah usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak cenderung melemah pada Rabu (22/4/2026), di tengah kombinasi tekanan global dari Wall Street serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang menahan selera risiko investor.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 sempat dibuka di zona merah sebelum berbalik menguat tipis, melanjutkan kenaikan dua sesi sebelumnya.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Turun ke 7.528, Sebagian Sektor Masuk Zona Merah

Indeks acuan itu naik 0,29 persen ke level 59.521,73, ditopang saham-saham berkapitalisasi besar, meski penguatan tertahan oleh pelemahan sektor otomotif, eksportir, dan keuangan.

Mengutip Trading Economics, dari sisi makroekonomi, Kementerian Keuangan Jepang melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 666,98 miliar yen pada Maret.

Baca Juga:
Rosan Roeslani Temui PM Singapura, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi Hijau

Angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan surplus lebih dari 1 triliun yen.

Ekspor tercatat tumbuh 11,7 persen secara tahunan, sementara impor naik 10,9 persen, mencerminkan permintaan yang tetap solid meski tekanan eksternal meningkat.

Baca Juga:
Iran Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata yang Diumumkan Trump

Berbeda dengan Jepang, pasar saham Korea Selatan tertekan. Indeks KOSPI turun 0,9 persen ke sekitar 6.330, terkoreksi dari posisi tertinggi sepanjang masa.

Sentimen investor terbebani oleh mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang mendorong harga energi tetap tinggi dan meningkatkan beban bagi ekonomi Korea Selatan yang bergantung pada impor.

Kekhawatiran inflasi domestik turut menambah tekanan, setelah harga produsen naik 1,6 persen pada Maret, laju tercepat dalam hampir empat tahun, dipicu lonjakan harga produk minyak bumi dan bahan kimia.

Di sisi korporasi, prospek penurunan laba juga membayangi, dengan Hyundai Motor Company dan Kia Corporation diperkirakan mencatat penurunan laba operasional lebih dari 20 persen akibat tarif AS dan kenaikan biaya terkait nilai tukar.

Tekanan juga terlihat di pasar regional lainnya. Indeks Hang Seng Index di Hong Kong turun 1,38 persen, S&P/ASX 200 melemah 0,93 persen, dan Straits Times Index terkoreksi 0,39 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite Index justru naik tipis 0,14 persen.

Dari AS, pelemahan Wall Street semalam turut membebani sentimen.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,6 persen ke 49.149,38, diikuti Nasdaq Composite yang melemah 0,6 persen ke 24.529,96, serta S&P 500 yang turun 0,6 persen ke 7.064,01. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
391 Jamaah Haji Kloter Pertama Resmi Diberangkatkan via Bandara Soetta
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Ini Alasan Uya Kuya Laporkan Akun Penyebar Fitnah Miliki 750 Dapur MBG
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Rupiah Melemah ke 17.158 Meski Pemerintah Berupaya Pacu Ekonomi Biar Tumbuh Lebih Produktif
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
IEA Sebut Konflik Iran-AS-Israel Picu Krisis Energi Terbesar Dunia
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Realisasi Investasi Lampaui Target, Prabowo Ingatkan Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ikut Naik
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.