Rupiah Melemah ke 17.158 Meski Pemerintah Berupaya Pacu Ekonomi Biar Tumbuh Lebih Produktif

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.142 pada Selasa, 21 April 2026. Posisi rupiah itu menguat 34 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.176 pada perdagangan Senin, 20 April 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 22 April 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.158 per dolar AS. Posisi itu melemah 15 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.143 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan situasi geopolitik global saat ini. Pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan memastikan ekonomi nasional tumbuh sesuai target, dan menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya demi menciptakan perbaikan kondisi ekonomi secara berkelanjutan. 

Indonesia tengah menggeser fokus pembangunan, tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini didorong melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas. 

Selain itu, kinerja ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya, ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga. 

Ketahanan ini tidak terlepas dari peran APBN sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat, dengan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3 persen PDB. Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN.

Di tengah krisis energi yang dipicu oleh perang saat ini, pelajaran penting yang diambil adalah ketahanan Indonesia saat ini berakar bukan pada langkah-langkah darurat, tetapi pada reformasi struktural yang diimplementasikan jauh sebelum krisis. 

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa efisiensi proses dan perizinan merupakan kunci ketahanan energi. Dalam hal ini, Indonesia mempercepat reformasi dengan menyederhanakan perizinan, membentuk task force de-bottlenecking, serta mengurangi hambatan dalam impor energi. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamensos Minta Pemda Aktif Mutakhirkan Data untuk Optimalkan PBI JKN
• 19 jam laludetik.com
thumb
Roy Suryo Ngaku Setor Banyak Bahan untuk Buku Gibran End Game tapi Rismon Enggak Mau Mengakui
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Rupiah Melemah ke 17.158 Meski Pemerintah Berupaya Pacu Ekonomi Biar Tumbuh Lebih Produktif
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelanggaran Pengelolaan Sampah Masuk Penyidikan, Pejabat Daerah Terancam Penjara
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
1.800 Hektare Sawah di Bangka Selatan Terancam Kekeringan
• 13 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.