Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iptu Juani Aing merangkul dan membina anak-anak di Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, agar tidak terjerumus peredaran narkoba. Dulu, wilayah Selumit Pantai dikenal sebagai mal narkoba atau tempat transaksi narkoba besar-besaran.

Atas kiprahnya, Kaurbinops (KBO) Narkoba Polres Tarakan itu diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026 oleh Lurah Selumit Pantai, Andi Arfan. Andi menilai peran Iptu Juani berperan besar dalam mengubah kampung narkoba di Selumit Pantai menjadi kampung bebas narkoba. Berikut testimoninya:

Sosok yang ceria dan ramah dengan semua orang dan Ibu Juani juga suka membantu orang lain, baik dengan pemikiran, tenaga ataupun dengan materi. Kesungguhan Bu Juani dalam perhatiannya sangat besar dalam merubah kampung narkoba menjadi kampung tematik warna warni, di mana tujuan utamanya adalah pemberian bantuan bagi warga yang tidak mampu dan penyelamatan terhadap generasi anak-anak di dalam lingkungan kampung narkoba Selumit Pantai. Banyak kegiatan yang dilaksanakan merubah kampung kumuh menjadi kampung warna warni dengan kegiatan kerja bakti, pengecatan masal rumah warga, jembatan, perbaikan jalan dan perbaikan rumah yang tidak layak huni. Beberapa kegiatan dilaksanakan seperti pelatihan UMKM dan membantu permodalan dan pemasaran UMKM.

Kemudian detikcom menghubungi Lurah Andi. Dia mengaku salut dengan kiprah Iptu Juani yang mau turun langsung dan memimpin anggota Polres Tarakan untuk merangkul serta membina anak-anak Selumit Pantai agar selamat dari bahaya narkoba.

"Beberapa anak ini kan jadi korban daripada lingkungan narkoba ini, makanya Polres Tarakan turun melalui Bu Juani Aing, termasuk mengasuh beberapa anak melalui kegiatan wahana pendidikan pembatasan dan mereka juga masuk ke TPA Masjid Al Ma'ruf untuk mengajari mereka bagaimana bisa membaca Al Quran," kata Andi kepada detikcom, Jumat (13/3/2026).

"Terkait dengan ada beberapa anak-anak yang memang agak susah, mereka juga memberikan bantuan ke anak-anak ini. Penghibur terhadap anak-anak juga, banyak sih yang dia buat untuk pelaksanaan kegiatan di Selumit Pantai," tambahnya.

Baca juga: Sosok Brigpol Firgha, Polwan Berdedikasi Pengawal Kasus PPA di Sultra

Lurah Andi merasa miris ketika anak-anak dimanfaatkan dalam peredaran barang haram di Selumit Pantai. Beruntung, Polres Tarakang melalui Iptu Juani dkk peduli akan masa depan anak-anak. Sebagai lurah, Andi pun merasa terbantu dengan kerja-kerja Iptu Juani.

"Kalau kami dari kelurahan memang ini sangat bermanfaat karena mereka ini kan kaum termarjinalkan dan terpinggirkan. Ketika ada beberapa bantuan masuk, relawan-relawan lain juga masuk untuk memberikan perhatian lebih besar ke anak-anak ini sangat bermanfaat," ucapnya.

Andi bersyukur kini hidup masyarakat Selumit Pantai sudah berubah karena bebas dari peredaran narkoba. Menurutnya, masyarakat setempat juga sudah tidak tertutup lagi terhadap orang baru dan perkembangan zaman.

"Kalau sekarang kan ketika Bu Juani masuk ke daerah tersebut, mereka datang, Bu Juan ini juga berbagi ketika ada yang bisa dia bawa, mereka peluk, sepertinya ada kehangatan kayak hubungan orang tua dengan anak," ujarnya.

Baca juga: Aksi Brigpol Fifi 10 Tahun Tangani Kasus Perempuan dan Anak di NTB

Cerita Iptu Juani Aing

Iptu Juani merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Kepada detikcom, Juani menceritakan kiprahnya melakukan pembinaan kepada anak-anak di daerah pesisir Tarakan itu agar tidak dimanfaatkan untuk transaksi narkotika.

Iptu Juani melaksanakan kegiatannya itu sejak Desember 2024. Dia mengajak dua puluhan Polwan Polres Tarakan untuk menggelar pembinaan dan pendampingan terhadap 80 anak-anak di Selumit Pantai.

Sebelum kegiatan Iptu Juani dkk dimulai, Selumit Pantai menjadi kawasan yang lekat dengan transaksi narkotika, bahkan melibatkan anak-anak dan ibu rumah tangga sebagai kurir atau informan. Dulu, kasus peredaran narkoba kerap mewarnai keseharian warga.

"Saya sebagai perempuan di situ prihatin melihat kondisi anak-anak yang ada di wilayah tersebut karena memang wilayah itu selain wilayahnya yang kumuh, padat penduduk, memang rawan sekali terjadi transaksi narkoba," kata Juani kepada detikcom, Kamis (20/11/2025).

Niat baik Iptu Juani awalnya tidak disambut baik oleh masyarakat setempat. Menurut Juani, masyarakat Selumit Pantai sangat tertutup kepada orang asing yang masuk ke kampungnya, terlebih kepada aparat kepolisian. Anak-anak kecil di kawasan itu juga takut terhadap polisi.

"Mereka kalau ngeliat orang asing kan mereka ngelihatnya kayak sinis gitu. Apalagi kita aparat menggunakan uniform lengkap, mereka pasti tidak akan berkenan dengan adanya kehadiran kita di situ, bahkan kita adakan kegiatan di situ pun, mereka tidak pernah mau tahu sama sekali," ucapnya.

Tapi Iptu Juani tak menyerah. Dia mengajak rekan sesama Polwan untuk semakin gencar melakukan kegiatan positif untuk pendekatan dengan masyarakat setempat.

"Setiap hari kami membersihkan daerah mereka, membersihkan sampah-sampah yang berserakan, karena di situ memang kumuh, rumah mereka itu seperti panggung di bawah itu sungai yang sudah bersentuhan dengan sampah plastik kebanyakan," ujarnya.

Pelan-pelan aksinya membuahkan hasil, sedikit demi sedikit masyarakat Selumit Pantai mulai membuka diri dan bergabung untuk sama-sama bebenah daerah tempat tinggalnya. Menurut Juani, masyarakat yang menerima kehadiran polisi semakin banyak dan anak-anak setempat tidak takut lagi dengan aparat.

"Berjalannya waktu anak-anak yang ada di situ akhirnya mereka dekat dengan kita. Kenapa saya bilang mereka dekat dengan kita? Awalnya memang mereka takut, tapi kita terus merangkul. Di situ kita sudah mulai mengetahui kendala-kendala yang mereka alami di sana," kata Juani.

Iptu Juani dkk pun melakukan pendataan terhadap puluhan anak-anak Selumit Pantai yang tidak sekolah karena putus sekolah tak punya biaya hingga karena mengikuti orang tuanya berpindah-pindah tempat. Ia merasa prihatin dengan kondisi anak-anak setempat yang tidak dapat perhatian dari orang tuanya.

"Mereka (anak-anak) itu kurang perhatian, mereka di rumah tidak ada yang pantau, sehingga keseharian mereka itu tidak jelas, mereka keluyuran, sehingga rentan dan rawan sekali mereka digunakan untuk menjadi kurir atau penjual narkoba di daerah tersebut," ucapnya.

Interaksi Iptu Juani dkk dengan anak-anak Selumit Pantai semakin intens. Kekhawatirannya ternyata benar, anak-anak di situ dimanfaatkan orang dewasa penjual narkoba untuk menjadi kurir barang haram hingga mata-mata.

"Miris bagi kami mendengar hal itu, karena kalau kita lihat memang kondisi di daerah itu sangat-sangat memprihatinkan, ternyata masih ada wilayah yang banyak sekali anak-anak yang masih butuh perhatian dari kita. Nah mulai dari situ kami dari Polwan Polres Tarakan melakukan kegiatan," ujarnya.

Dia pun mengajak dan mendampingi anak-anak Selumit Pantai untuk rajin mengaji di masjid sekitar daerah tersebut. Ada 80 anak yang Iptu Juani dkk rangkul agar mereka rajin mengaji dan tak terjerumus pusaran transaksi narkoba.

"Di situ (Masjid Al Ma'ruf) ada kurang lebih 80 anak yang mengaji di situ dengan 5 guru. Mereka mengaji di situ dengan fasilitas seadanya, kapasitas yang seadanya, dengan alas yang seadanya. Tapi kami melihat begitu antusiasnya mereka pengen pintar mengaji," katanya.

Masalah tak selesai di situ, dari puluhan anak itu ternyata banyak dari mereka yang terkendala biaya untuk membeli seragam mengajinya sehingga mereka tak mau berangkat mengaji karena malu dengan teman-temannya yang berseragam. Iptu Juani pun memutar otak untuk mencari solusi.

"Kita komunikasi dengan pihak Baznas di Kota Tarakan, bagaimana kita mencari solusi untuk anak-anak ini, supaya keluhan yang mereka sampaikan kepada kami tidak menjadi kendala pada saat mereka ingin mengaji, contohnya tidak punya seragam, tidak punya uang untuk mendaftar mengaji. Hal seperti itu membuat mereka mundur, karena memang kemampuan orang tua mereka rata-rata di bawah, untuk makan saja mereka kesusahan," jelasnya.

Akhirnya, Baznas Kota Tarakan turun tangan memberikan bantuan yang kemudian disalurkan oleh Iptu Juani dkk kepada anak-anak Selumit Pantai. Mereka pun senang karena bisa mengaji tanpa memikirkan biaya.

Warung Kamtibmas di Selumit Pantai

Iptu Juani menyebut kegiatan positifnya itu didukung pimpinannya di Polres Tarakan dan Polda Kalimantan Utara. Bahkan, kata dia, Kapolda Gorontalo membangun Warung Kamtibmas di Selumit Pantai untuk memaksimalkan program menjadikan daerah itu sebagai kampung bebas narkoba.

"Ada yang namanya Warung Kamtibmas di daerah situ, yang sudah dibangun juga oleh Pak Kapolda pada waktu itu yang dalam hal ini pelaksanaannya itu oleh Polres Tarakan, di situ tempat pusat mereka berkumpul melakukan kegiatan-kegiatan mereka," ucap Juani.

Di Warung Kamtibmas itu, Iptu Juani melakukan sejumlah kegiatan untuk berinteraksi dengan masyarakat Selumit Pantai. Kegiatannya seperti pelatihan menari, bernyanyi hingga kreasi seni lainnya.

"Alhamdulillah sekarang untuk kegiatan narkobanya sendiri lambat laun berkurang, dengan adanya kegiatan kita intens secara intens di situ. Rutinitas yang dulunya memang rawan sekali, sekarang sudah berkurang, 80% berkurang sekali, bahkan sampai saat ini untuk kegiatan di wilayah itu sudah tidak ada," kata Juani.

"Mudah-mudahan kegiatan yang sudah kita lakukan kemarin itu bisa konsisten kita lakukan beriringan dengan tugas pokok yang kita lakukan di kantor," imbuhnya.




(fas/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemilik Mobil Listrik di Jabar Gigit Jari? Dedi Mulyadi Tegaskan Tetap Harus Bayar Pajak karena Alasan Ini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
AMMI Desak Wikipedia Segera Daftar PSE demi Lindungi Data Pengguna
• 28 menit lalujpnn.com
thumb
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Parepare
• 13 jam laludetik.com
thumb
Panduan Memilih Hewan Kurban, 4 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jelang Hari Raya Idul Adha
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Ketegangan Meningkat Menjelang Negosiasi! Laporan Menunjukkan Kelompok Garis Keras Iran Telah Menguasai Pengambilan Keputusan Inti
• 8 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.